Ingin Lestarikan Budaya Leluhur, Mahasiswa Stikom Surabaya Luncurkan INGLASS

Terinspirasi untuk melestarikan sejarah dan budaya leluhur melukis di atas kaca, mahasiswa Stikom Surabaya luncurkan INGLASS.

Ingin Lestarikan Budaya Leluhur, Mahasiswa Stikom Surabaya Luncurkan INGLASS
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Pencipta INGLASS, Shinta Dewanti saat menunjukan produk karya bisnisnya kepada TribunJatim.com, Minggu (14/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com Fikri Firmanysah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terinspirasi untuk melestarikan sejarah dan budaya leluhur melukis di atas kaca, mahasiswa Stikom Surabaya luncurkan INGLASS.

INGLASS karya mahasiswa Stikom Surabaya ini merupakan produk bisnis yang berhasil lolos dalam kompetisi yang diselenggarakan Ristek Dikti beberapa waktu lalu.

Berbekal keterampilan seni dan melukis, INGLASS akhirnya diluncurkan sebagai satu produk unggulan karya mahasiswa.

Komisi B DPRD Surabaya Sambut Baik Rencana Tri Rismaharini Membuat Perwali Kurikulum Anti Korupsi

Satu di antara pencipta INGLASS, Shinta Dewanti menjelaskan, awalnya INGLASS digagas sebagai upaya para anggota tim untuk melestarikan budaya sejarah melukis.

Dikatakannya, metode melukis di atas kaca sudah ada sejak lama, namun jarang digunakan.

"Inspirasi INGLASS ini datang dari keinginan melestarikan peninggalan budaya lukis kaca yang diturunkan dari leluhur atau wali," kata Shinta Dewanti pada TribunJatim.com, Minggu (14/7/2019).

"Selain itu juga melihat keunikan dari lukisan dengan media kaca yang memiliki potensi dan peminat yang cukup dapat bersaing di pasar, serta keinginan dapat mendongkrak nilai jual dan peminat seni lukis kaca dari berbagai golongan dan umur," imbuhnya.

Kenalkan Kombinasi Jamur untuk Mengolah Limah Medis, Tiga Mahasiswa ITS Gunakan Metode Biodegradasi

Hadapi Revolusi Industri 4,0, Kominfo RI Gandeng UK Petra Gelar Pelatihan Fresh Graduate Academy

Di lain pihak, rekan satu tim Shinta Dewanti, Dimas Surya mengatakan, meski berbekal keahlian seni, nyatanya INGLASS juga menemui berbagai hambatan, termasuk dalam pembuatannya.

"Keringnya cat cukup lama karena menggunakan media kaca yang dalam proses melukis. Kurangnya tools yang mendukung dalam proses pembuatan lukis kaca juga jadi masalah," jelas Dimas Surya.

Meski begitu, Dimas Surya menjelaskan, pihaknya akan tetap menyajikan produk terbaik untuk konsumen, meminimalisir kesalahan dan mencari pemecahan masalah pada setiap kendala.

"Kami berharap INGLASS dapat membantu melestarikan peninggalan budaya agar tidak tergerus oleh zaman. INGLASS juga akan berusaha memberikan inovasi baru yang akan disesuaikan dengan keinginan konsumen dan kebutuhan pasar," jelas Dimas.

Aplikasi MAXIMOM Karya Mahasiswa Stikom Surabaya, Bisa Sediakan Jasa ART hingga Media Edukasi Anak

Karena media utama menggunakan kaca, INGLASS akan mengembangkan dan terus mencoba beberapa teknik yang dapat mendukung proses pembuatan lukis kaca menjadi lebih baik lagi.

"Bahkan tak hanya di media kaca datar, kami juga akan mencobanya di gelas atau mug dan benda lainnya yang terbuat dari kaca," paparnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved