Intip Produk Mainan Edukatif Anak Ramah Lingkungan ala Stikom Surabaya, Begini Proses Pembuatannya!

Intip Produk Mainan Edukatif Anak Ramah Lingkungan ala Stikom Surabaya, Begini Proses Pembuatannya!

Intip Produk Mainan Edukatif Anak Ramah Lingkungan ala Stikom Surabaya, Begini Proses Pembuatannya!
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(dari kiri ke kanan) Tiga mahasiswa penggagas "CIYAARO" Putri Pratama, Bella Wahyu Saputri dan Arsyad Achmad Deni, ketika menunjukan karya bisnis mainannya yang ramah lingkungan kepada TribunJatim.com, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengusung perkembangan dunia bisnis yang semakin menjajikan, mahasiswa dari Stikom Surabaya ciptakan karya bisnis yang ramah lingkungan berupa mainan edukatif anak.

Seperti membuat mainan anak dengan memanfaatkan limbah kayu bekas sebagai bahan dasarnya.

project tersebut dinamai "CIYAARO" dimana sekaligus merupakan menjadi nama Tim.

Mahasiswa Stikom Surabaya Ciptakan Mainan Edukatif Anak dari Limbah Kayu, Bisa Rangsang Motorik Anak

Ingin Lestarikan Budaya Leluhur, Mahasiswa Stikom Surabaya Luncurkan INGLASS

Mengenal INGLASS, Seni Melukis di Atas Kaca Mahasiswa Stikom Surabaya, Tawarkan Sentuhan Modern

Bella Wahyu Saputri satu diantara Penggagas dari CiYAARO mengatakan, Ciyaaro merupakan merek mainan edukatif yang sekaligus juga menjadi media belajar.

"Tidak hanya sekedar sebagai media belajar saja, ciyaaroo juga berfungsi sebaga media perangsang motorik anak," katanya kepada TribunJatim.com, Minggu (14/7/2019).

Ditanyai soal pembuatan Ciyaaro, Bella menerangkan, proses membuatnya Tim Ciyaaro sendiri memiliki pengrajin untuk membuat desain sekaligus mengelolah bahan bakunya.

Proses pembuatannya kayu dipotong sesuai dengan desain kemudian dihaluskan menggunakan amplas, tahap finishing harus dicat beberapa kali dan dihaluskan kembali dengan amplas agar lebih halus.

setelah itu, baru di cat kembali dan dijemur dibawah matahari.

Di lain pihak, Arsyad Achmad rekan satu Tim Bella menjelaskan, mainan Ciyaaro ini memiliki kenggulan yaitu mainan yang dibuat dengan memanfaatkan limbah kayu bekas sebagai bahan dasar pembuatan mainan.

Tidak hanya itu saja, lanjut Arsyad, keunggulan lainnya yaitu harga relatif terjangkau.

"Karena harga-harga produk mainan yang kami jual, harganya pastinya setengah harga dari harga mainan edukatif yang dijual dipasaran," pungkasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved