Ada Pihak yang Kecewa dengan Pertemuan Jokowi dan Prabowo, TKD Jatim Sebut 'Pemikirannya Sempit'

TKD Jatim untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Machfud Arifin menyayangkan adanya pihak yang tidak setuju dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo.

Ada Pihak yang Kecewa dengan Pertemuan Jokowi dan Prabowo, TKD Jatim Sebut 'Pemikirannya Sempit'
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CHANDRA
Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin komentari pihak yang tidak setuju adanya pertemuan damai antara Jokowi dan Prabowo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Timur (TKD Jatim) untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Machfud Arifin menyayangkan adanya pihak yang tidak setuju dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo.

Menurut Machfud Arifin, pihak-pihak yang tidak setuju dengan pertemuan tersebut adalah pihak yang berpikiran sempit.

"Membangun negara ini tidak bisa sendirian,  semua komponen bangsa harus dilibatkan. Suku bangsa dan agama semua harus bahu-membahu membangun negeri ini supaya Indonesia menjadi negara yang besar," ucap Mantan Kapolda Jatim ini, Senin (15/7/2019).

Prabowo Diserang Pasca Bertemu Jokowi, Andre Rosiade: Gerindra Tak Gampang Tergoda Kursi Kabinet!

Pertemuan tersebut, lanjut Machfud juga menggambarkan suatu upaya dari semua pihak, terutama dari kedua kontestan Pilpres untuk mendinginkan suhu politik dengan membangun kebersamaan

"Apalagi pertemuannya santai, tidak secara formal," lanjutnya.

Menurut Machfud Arifin memang tidak semua pihak bisa masuk koalisi, dengan kata lain pasti ada pihak oposisi untuk menjadi penyeimbang pemerintahan.

"Boleh jadi oposisi tapi tentu dengan cara-cara yang santun dan beretika tidak menjelek-jelekkan dan memfitnah apalagi dengan perbuatan melanggar hukum seperti membuat berita-berita hoaks," ucapnya.

Sosok Sandhyca Putrie, Ajudan Cantik Iriana Jokowi yang Jadi Sorotan, Pengakuan Status Single Viral!

Kepada relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim dan kepada masyarakat, Machfud Arifin mengajak agar semua pihak bahu membahu menciptakan kondusivitas wilayah dan ikut berperan aktif dalam pembangunan negeri.

"Kita kawal agar pemerintah bisa memberikan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Indonesia negara yang kuat itu dari ekonomi dan bidang yang lain," pungkasnya.

Seperti diketahui ebelumnya sejumlah pendukung Prabowo kecewa karena adanya pertemuan dengan Jokowi pasca Pemilu Presiden 2019.

Mereka di antaranya Garda 212 dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

Bahkan PA 212 mengkritik Prabowo karena bersedia bertemu Jokowi.

Ketua Garda 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo mengaku tidak bisa berkomentar apa-apa terkait pertemuan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan presiden terpilih Joko Widodo di MRT, Sabtu (13/7/2019).

"Saya termasuk pendukung 02 tidak setuju kalau Pak Prabowo ketemu Jokowi," kata Sambo .

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved