Aset YKP Kembali ke Tangan Pemkot Surabaya, Langsung Ambil Sumpah Pada Formatur Kepengurusan YKP

Aset YKP Kembali ke Tangan Pemkot Surabaya, Langsung Ambil Sumpah Pada Formatur Kepengurusan YKP.

Aset YKP Kembali ke Tangan Pemkot Surabaya, Langsung Ambil Sumpah Pada Formatur Kepengurusan YKP
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Pemkot Surabaya Ambil Sumpah Pengurus Formatur 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bentuk formatur kepengurusan YKP, Pemkot Surabaya gelar sumpah untuk mengelola aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang telah dipastikan kembali ke pangkuan Pemkot Surabaya, Senin (15/7).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sumpah yang dilakukan pihaknya ini semata untuk menjaga kepercayaan yang selama ini diperjuangkan untuk mengembalikan YKP ke pangkuan Pemkot Surabaya, yang rencananya akan diterima secara resmi pada Kamis (18/7/2019) mendatang.

Rekening YKP yang Diblokir Kembali Nyaris Dibobol, Kejati Jatim Akan Jerat Bagi yang Bantu Pencairan

Aset YKP & PT YEKAPE Senilai Rp 5 T Akhirnya Dikuasai Pemkot Surabaya, Ganti Pembina & Pengurus Baru

Jaksa Masih Mengkaji Kasus YKP Dilanjut Atau Tidak, Jika Ada Hasil Audit BPKP: Pengurusnya Sudah Tua

"Jadi ini bukan pelantikan, tapi mengucap sumpah karena kami ingin menjaga kepercayaan yang sudah diperjuangkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," kata Risma saat ditemui TribunJatim.com usai pengambilan sumpah, Senin (15/7/2019).

Untuk sementara, formatur YKP pun kini dipegang oleh pejabat Pemkot Surabaya yang terdiri dari Sekda Pemkot Surabaya Hendro Gunawan, Kepala Bappeko Eri Cahyadi, dan Kabag Hukum Ira Tursilowati sebagai pembina.

Sedangkan yang bertugas sebagai pengawas adalah Kepala Bagian Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah, Dedik Irianto, Inspektur Pembantu Wilayah III, Dahliana Lubis, dan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Yuniarto Herlambang.

Kemudian yang ditugaskan sebagai pengurus adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Yusron Sumartono, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Ekawati Rahayu, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Chalid Buhari.

Kendati Risma tak masuk dalam jajaran pengurus formatur YKP ini, namun ia meminta dilibatkan dalam pengambilan sumpah itu, karena posisinya sebagai Wali Kota.

"aku bukan sebagai apa-apa tapi aku melok disumpah Wali Kota kan diatas mereka, semua itu bisa terjadi, makanya aku minta disumpah. apalagi satu rumah saja harganya di atas Rp 1 miliar. Jadi, ini diambil sumpahnya supaya lebih hati-hati," lanjut Risma.

Ditemui terpisah, Sekkota Surabaya Hendro Gunawan menjelaskan bahwa formatur sementara tersebut nantinya akan digantikan dengan kepengurusan yang tetap.

Perihal waktu, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dibentuk pengurus tetap.

"Berapa lama ya, ya semaksimal mungkin manfaat bagi warga kota bisa ditingkatkan," kata dia.

Sata ditanya pengurus tetap YKP, Hendro menyampaikan bisa menggunakan jajaran dari pemkot maupun melakukan seleksi dari pihak luar.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved