Ibu RT Asal Jember Ngaku Sudah Melecehkan Presiden Jokowi, Pelaku Ditangkap Polda Jatim

Anisa K (42) ibu rumah tangga asal Bangsalsari, Kabupaten Jember mengakui perbuatannya mengunggah konten berisi gambar pahlawan yang diedit

Ibu RT Asal Jember Ngaku Sudah Melecehkan Presiden Jokowi, Pelaku Ditangkap Polda Jatim
Today Online
Ilustrasi penangkapan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anisa K (42) ibu rumah tangga asal Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember mengakui perbuatannya mengunggah konten berisi gambar pahlawan yang diedit foto Presiden Joko Widodo.

Dia mengunggah konten gambar pahlawan yang wajahnya diedit foto Jokowi tersebut melalui media sosial Facebook.

Pelaku ditangkap oleh anggota Subdit V Siber Polda Jatim lantaran konten yang melecehkan Kepala Negara itu merupakan perbuatan yang melanggar Undang-undang ITE.

"Pada 2 Mei saya mengshare (Mengunggah) foto pahlawan diponegoro yang di wajahnya diedit foto Kepala Negara (Joko Widodo) dengan caption 'pahlawan penipu negoro'," ungkapnya di ruangan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Anisa mengatakan kedua saya juga mengunggah konten mengenai Kapolri. Menurutnya, tidak ada niat menyakiti siapapun disini.

"Saya tidak ikut mengshare hal-hal yang dilarang pemerintah, saya disini hanya ikut-ikutan saja. Saya mengakui kesalahan saya," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Polisi Perangi Penyebar Hoax di Media Sosial, Indonesia Tempati Nomor Kejahatan Siber

Profil Mahasiswi Cantik Berbalut Toga Hakim yang Sedang Viral, Klarifikasi hingga Sosok Kekasihnya

Niat Mau Curi di SMPN 3 Ngunut, 2 Remaja Ini Pilih Sembunyi di Atas Lemari Saat Ada Petugas TU Lewat

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatiya menambahkan modus tersangka adalah mengunggah konten yang bermuatan melecehkan Kepala Negera. Selain itu, tersangka menggunakan akun Facebook Anisa Karina memposting tulisan 'Gila tenyata Bareskrim Mabes Polri di Gambir jadi pusat kendali situng KPU'.

Meski tersangka tidak ditahan pihaknya tetap mengusut tuntas kasus penyebaran informasi Hoax dan pelecehan terhadap kepala Negara tersebut.

"Tersangka mengambil konten yang melecehkan Kepala Negara dan Kapolri melalui group media sosial lalu di upload melalui Facebook tanpa memastikan kebenarannya," jelas Cecep. (don/nen/Tribunjatim.com)

. (don/nen/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved