Jaring dari Pemerintah Dijual, Nelayan Gresik Terciduk Pakai Jaring Trawl, Sebut Dapat ikan Sedikit

Kapal Patroli X-1035 Satpolair Polres Bangkalan menghentikan laju Kapal Motor Nelayan (KMN) di perairan Kecamatan Arosbaya, Senin (15/7/2019).

Jaring dari Pemerintah Dijual, Nelayan Gresik Terciduk Pakai Jaring Trawl, Sebut Dapat ikan Sedikit
SURYA/AHMAD FAISOL
Satpolair Polres Bangkalan menghentikan laju Kapal Motor Nelayan (KMN) di perairan Kecamatan Arosbaya karena menggunakan jaring trawl untuk menangkap ikan, Senin (15/7/2019).   

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Kapal Patroli X-1035 Satpolair Polres Bangkalan menghentikan laju Kapal Motor Nelayan (KMN) di perairan Kecamatan Arosbaya, Senin (15/7/2019).

KMN bertuliskan Luwes 2 itu dipergoki menggunakan jaring trawl. 

Saat dihentikan, KMN yang dinahkodai Agus F (30), nelayan asal Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik itu tengah menangkap ikan pada posisi posisi 06° 58' 000" S - 112° 42' 500" E. 

Di hadapan penyidik Satpolair Polres Bangkalan, Agus F mengaku terpaksa masih menggunakan jaring trawl karena lebih efektif menghasilkan ikan. 

(Promosikan Kuliner, Dinas Kelautan dan Perikanan Gelar Lomba Masak Ikan Tingkat Jatim 2019)

"Sekali jaring (trawl) dapat Rp 1,5 juta. Jaring (ramah lingkungan) dari pemerintah saya jual. Karena untuk dapat ikan senilai Rp 250 ribu saja susah," ungkap Agus. 

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Irma Sumiati menjelaskan, penangkapan berawal ketika posisi KMN Luwes 2 itu berada di jalur kapal-kapal kontainer berukuran besar yang hendak masuk ke Surabaya. 

"Saat patroli rutin, di radio saya dengar teriakan-teriakan dari awak kapal-kapal kontainer yang hendak melintas. Posisi KMN Luwes 2 memang mengganggu jalur," ungkap Irma kepada Surya.

Suara komplain melalui radio itu lantas direspon Irma bersama anggotanya dengan menghampiri KMN Luwes 2 yang berbobot di bawah 10 Gross Tonage (GT) itu. 

"Tiga awak KMN Luwes 2 beraktifitas dengan jaring trawl. Sekali angkut sekitar 100 kwintal ikan. Total ikan yang telah didapat sekitar 200 kwintal," papar Irma. 

(Polemik Jaring Sarkak Nelayan Sumenep, Dinas Kelautan: Gelaran Mediasi dari Polres Sumenep Tak Jelas)

Sekedar informasi, jaring trawl adalah jaring kantong yang ditarik di belakang kapal dalam keadaan berjalan dan mengeruk permukaan dasar perairan untuk menangkap ikan, udang, dan jenis demersal lainnya. 

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved