Kisah Dalang Cilik dari Kota Batu, Sejak Kecil Suka Wayang & Belajar Otodidak, Bisa Main Karawitan

Kisah Dalang Cilik dari Kota Batu, Sejak Kecil Suka Wayang & Belajar Otodidak, Bisa Main Karawitan.

Kisah Dalang Cilik dari Kota Batu, Sejak Kecil Suka Wayang & Belajar Otodidak, Bisa Main Karawitan
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Arya dalang cilik kota Batu menunjukkan piagam penghargaan yang dia peroleh. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Sekilas Pandhadha Arya Wibisono (12) tidak jauh berbeda dari anak-anak seusianya.

Namun siapa sangka siswa yang saat ini sekolah di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu itu sudah mendapatkan gelar sebagai Dalang Cilik.

Arya mulai suka dengan wayang sejak usia lima tahun. Sejak kecil Arya memang sudah tertarik dengan hal yang berkaitan dengan wayang. Seperti wayang, musik karawitan, kendang.

1318 Guru di Kota Batu Akan Dapat Giliran dan Harus Mau Dirotasi, Begini Penjelasannya

Kelompok Seni dari 18 Desa Ramaikan Festival Olahraga Tradisional di Kota Batu

Cerita Sumber Air Nyi Sindu Kota Batu, Dipercaya Bisa Menyembuhkan Penyakit Sejak Tahun 1965

"Pas itu saya tampil pertama kali di acara kelurahan. Lalu sering dipanggil untuk tampil di acara tingkat kota. Sangat senang karena suka dengan jalan cerita wayang," kata Arya.

Baru-baru ini Arya mengikuti Parade Dalang Bocah se Jatim yang digelar 6 Juli sampai 8 Juli di Ponorogo. Arya mendapatkan juara sebagai dalang catur terbaik, dengan membawakan cerita berjudul kongsoleno yang berdurasi 45 menit.

Selain mahir mendalang, Arya juga pintar main karawitan dan kendang. Sejak kecil dia sudah belajar secara otodidak mulai dari memegang wayang, membawakan cerita tentang wayang. "Sama belajar bahasa jawa. Ya sewaktu lihat teman-teman main layangan, main bola, lebih suka sama wayang," imbuh bungsu dari tiga bersaudara kelahiran 6 November itu.

Melihat Arya yang memiliki potensi menjadi dalang, orang tua Arya memberikan fasilitas untuk Arya latihan. Ayah Arya, Yusuf Wibisono mengatakan di ruang tengah rumahnya sudah seperti studio pribadi Arya.

"Kami sebagai orang tua sangat mendukung dengan potensi yang jarang dimiliki anak-anak lainnya. Makanya kami sangat mendorong yang jadi hobi anak," kata dia.

Di ruang tamu rumahnya, ada lengkap perlengkapan mendalang, seperti wayang, kelir wayang (layar putih), sorotan lampu, dan wadah untuk meletakkan wayang. Di ruang tengah ada koleksi wayang yang dibelikan orang tua Arya.

"Pokoknya setiap jalan-jalan ke beberapa tempat yang diinginkan ya cuma wayang. Awalnya punya wayang dari kardus, tetapi begitu tahu ada wayang dari kulit Arya selalu minta itu," ungkapnya.

Yusuf mengatakan tidak ada keturunan seniman di keluarganya. Ia berharap ke depan akan ada banyak anak-anak yang seperti Arya, mau melestarikan budaya wayang.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved