Produk Varian Teh Haveltea Milik Arek Suroboyo Berhasil Tembus Pasar Singapura dan Malaysia

Haveltea milik Arek Suroboyo ini, Widyoseno Estitoyo, telah menembus pasar Singapura dan Malaysia.

Produk Varian Teh Haveltea Milik Arek Suroboyo Berhasil Tembus Pasar Singapura dan Malaysia
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Ifana Azizah, Co Founder Haveltea, ditemui dalam Kreatifood 2019 di Ciputra World Surabaya Mall, Minggu (14/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Haveltea, label usaha di bidang Gourmet Indonesian Tea Purveyor atau teh racikan milik Arek Suroboyo ini, Widyoseno Estitoyo, telah menembus pasar Singapura dan Malaysia. Hal itu disampaikan Ifana Azizah, Co Founder Haveltea.

"Kami menghitungnya per tea bag, untuk export, perbulan kami bisa 40 sampai 80 ribu," paparnya.

Strategi pemasaran Haveltea, dijelaskan Ifana bermula dari sosial media. Selanjutnya, melihat e-marketplace saat ini sudah sangat berkembang, memasarkan produk dalam retail online tidak dilewatkannya.

"Kami juga main di beberapa e-marketplace, Tokopedia dan Shopee," ujar Ifana.

Mengaku Tidak Bisa Minum Kopi, Pria Asal Surabaya Ini Buat Bisnis Teh dengan 27 Varian Rasa, Simak!

Untuk memenuhi kebtuhan retailnya, setiap bulan Haveltea memproduksi sekitar 3000 sampai 5000 tea bags. Capaian penjualan dalam satu bulan, bisa 2000 sampai 3000 tea bags.

Selain e-marketplace, Haveltea pun memiliki beberapa offline store di Jakarta. Sebab, antusias terhadap teh racikan yang dijual Rp 50 ribu sampai Rp 80 ribu per kaleng itu, cukup tinggi di sana.

Namun, Ifana menuturkan, selain menjual produk retail, masuk dan menjalin kerja sama dengan Horeka (Hotel, Restoran, Cafe) juga sarana pemasaran yang patut dijajal. Strategi ini pun menjadi salah satu fokus dari pemasaran Haveltea.

Mekari Tawarkan Solusi Digitalisasi UMKM di Kota Surabaya Melalui Software Berbasis Bisnis, Simak!

27 varian teh racikan Haveltea, juga dijajakan dalam beberapa Horeka di Surabaya, antara lain Kudos Cafe, Tanamera Coffee, The Origin Coffe and Dine. Selain itu, Titik Temu Coffe yang berada di Jakarta dan Seminyak, Bali pun menyajikan teh racikannya.

"Kenapa coba masuk ke Horeka juga? Karena kan tidak semua customer mau dan ada waktu menyeduh sendiri di rumah. Nah dengan kita sajikan di Horeka, mereka bisa beli dan langsung minum," jelas Ifana.

Selain menjajal beberapa strategi pemasaran. Mengikutkan produk dalam beberapa event kuliner, juga dapat menjadi jembatan pemasaran yang efektif.

"Tahun 2017 itu kami lolos dalam food startup Indonesia yang diadakan Bekraf. Nah ini menjadi salah satu batu loncatan yang baik bagi kami," ujar perempuan kelahiran Surabaya 1987 itu.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved