Aksi Cepat Tanggap Kelola Ribuan Hewan Kurban Terbaik Sedari Bibit, Begini Proses Pemeliharaannya

“Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” menjadi tema digaungkan Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada 1440 Hijriah ini.

Aksi Cepat Tanggap Kelola Ribuan Hewan Kurban Terbaik Sedari Bibit, Begini Proses Pemeliharaannya
ISTIMEWA
Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” menjadi tema digaungkan Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada 1440 Hijriah ini.

Dalam menyediakan kebutuhan kurban ini, ACT melalui Global Qurban, terus mengelola hewan kurban dengan kualitas terbaik yang dijaga sedari bibit.

Dalam proses pembibitan ini, banyak hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan hewan yang baik.

ACT Bersama Pakar Manajemen Bencana PBB Berikan Edukasi Mitigasi Bencana

Seperti halnya manusia, menurut Wariyadi, kambing pun ketika beranak bisa mengalami sungsang.

Hal ini baginya menjadi salah satu bagian yang cukup sulit dari merawat kambing-kambing pada fase pembibitan (breeding) di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

“Kita harus tahu ketika kambing itu sungsang. Kadang-kadang keluar kakinya dulu daripada kepala. Kalau sudah begitu, kakinya saya masukkan lagi, kemudian akan saya bantu putar lagi dengan tangan agar kepala anaknya bisa keluar dulu. Kalau dibiarkan (sungsang) susah itu, berhari-hari dia tidak bisa keluar,” kata Wariyadi menceritakan pengalamannya.

Kambing di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Selasa (16/7/2019).
Kambing di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Selasa (16/7/2019). (ISTIMEWA)

Namun begitu, Wariyadi tidak menganggap kesulitan itu adalah halangan. Terbukti sejak 2014 hingga kini, kambing-kambing di kandang pembibitan yang ia kelola masih berjalan.

Wariyadi sangat memerhatikan setiap perawatan agar kambing-kambing yang dirawat bersama delapan karyawan LTW lainnya di kandang ini memiliki kualitas yang baik.

“Kalau saya bagian mencuci kambing. Kadang tidak sampai seminggu sudah kotor saya mandikan lagi kambingnya. Memandikannya itu bahkan sebanyak ini, dari ujung barat ke ujung timur lagi,” kata Wariyadi seraya menunjuk dari ujung kandang ke ujung kandang lainnya.

Aksi Cepat Tanggap Distribusikan Puluhan Ribu Liter Air di Wilayah Kekeringan Tasikmalaya 

Selain itu, kambing-kambing ini diberikan makan sebanyak dua kali sehari dengan campuran rumput hijau sebagai bahan pakan utamanya.

Halaman
12
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved