BPK Temukan Barisan Motor Butut yang Disimpan Dinas Pendidikan Tulungagung, Platnya Sudah Mati

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi nilai 'Wajar dengan Pengecualian' (WDP) pada laporan pertanggungjawaban APBD Tulungagung tahun 2018.

BPK Temukan Barisan Motor Butut yang Disimpan Dinas Pendidikan Tulungagung, Platnya Sudah Mati
SURYA/DAVID YOHANES
Motor-motor tua aset Dindikpora yang menjadi temuan BPK. Akibatnya, Laporan Pertanggungjawaban APBD di Tulungagung dapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Dindikpora Tulungagung Mengakui Ada Temuan BPK Berupa Motor, Bukan Mobil 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi nilai 'Wajar dengan Pengecualian' (WDP) pada laporan pertanggungjawaban APBD Tulungagung tahun 2018.

Menanggapi hal ini, DPRD Tulungagung membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengevaluasi penilaian dari BPK ini.

Hasilnya, panja menemukan puluhan kendaraan dinas Pemkab Tulungagung yang tidak jelas penggunaannya.

Di antara yang disebut Panja adalah penggunaan mobil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) oleh PGRI.

(Ada Temuan BPK, Banyak Kendaraan Dinas Pemkab Tulungagung Yang Tidak Jelas Penggunaannya)

Ketua PGRI Tulungagung, Sugiarno mengakui, pihaknya mengajukan pinjam pakai satu mobil.

Namun pengajuan itu kepada Pemkab Tulungagung lewat bupati, bukan ke Dindikpora.

“Saya mengajukan secara resmi ke bupati, jadi itu mobil Pemkab Tulungagung, bukan Dinas Pendidikan,” ujar Sugiarno.

Menurutnya, mobil plat merah itu dipinjam sejak tahun 2017. PGRI hanya menggunakan mobil itu selama 1,5 tahun, kemudian dikembalikan karena menjadi temuan BPK.

Selama ini mobil pinjaman tersebut dipakai untuk operasional PGRI.

“Sudah dikembalikan ke Pemkab, karena pinjamnya ke Pemkab,” ucap Sugiarno.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved