Derita Asma Akut, Wanita Sebatang Kara dari Malang Ini Ditemukan Terbujur Kaku di Rumahnya

Derita Asma Akut, Wanita Sebatang Kara dari Malang Ini Ditemukan Terbujur Kaku di Rumahnya.

Derita Asma Akut, Wanita Sebatang Kara dari Malang Ini Ditemukan Terbujur Kaku di Rumahnya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Mayat wanita ditemukan terbujur kaku di salah satu rumah di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Selasa (16/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mayat wanita ditemukan terbujur kaku di salah satu rumah di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Malang, Selasa (16/7/2019).

Identitas mayat tersebut diketahui bernama Purwati berusia 59 tahun, warga setempat. Purwati kabarnya selama ini hidup sebatang kara di rumahnya.

Universitas Negeri Malang Visitasi Calon Maba SBMPTN yang Ajukan Bidik Misi, Cek Tanggal Pengumuman!

Penyebar Brosur Masuk UB Tanpa Tes Dilepas Polisi, Tim Advokasi UB Malang Angkat Bicara

Eks Sekda Kota Malang Cipto Wiyono Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Dugaan Suap Pembahasan APBD-P 2015

"Penyebab kematian korban diduga kuat karena penyakit asma akut dan bronkitis. Usai dievakuasi jenazah korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar),” ujar Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, ketika dikonfirmasi.

Ainun menambahkan, penemuan mayat diketahui pertama kali oleh Miatin (47) yang merupakan adik kandung korban. Sekitar pukul 11.30, sepulang menjemput anaknya pulang sekolah.

Kala itu, saksi sedang melintasi depan rumah korban. Langkah kaki saksi terhenti karena mencium aroma tak sedap yang bersumber dari dalam rumah korban. Resah, Miatin jalan tergesa-gesa untuk memberi tahu suaminya.

"Tidak lama setelah itu, keduanya sempat mendobrak pintu belakang rumah korban yang saat itu terkunci. Ketika berhasil mendobrak dan masuk ke dalam rumah, kedua saksi melihat korban dalam kondisi tidur terlentang dengan dua tangan menengadah ke atas kepala," jelas Ainun.

Menyadari anggota keluarganya ada yang meninggal dunia, membuat Miatin melapor ke perangkat desa setempat. Hingga akhirnya diteruskan ke Polsek Pakis. Dibantu warga, jenazah langsung dievakuasi.

"Terakhir kali diketahui oleh warga sekitar korban berada di dalam rumah tersebut pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2019. Petugas medis tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban," beber Ainun.

Di sisi lain, usai dibawa ke RSSA Malang, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Karena suatu alasan yang sudah disepakati bersama.

"Bahwa keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi serta menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan sebagai takdir. Keluarga telah dibuatkan surat pernyataan menolak dilakukan otopsi," tutup Ainun.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved