Eks Sekda Kota Malang Cipto Wiyono Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Dugaan Suap Pembahasan APBD-P 2015

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama 3 tahun penjara.

Eks Sekda Kota Malang Cipto Wiyono Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus Dugaan Suap Pembahasan APBD-P 2015
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Suasana sidang dengan terdakwa mantan Sekda Kota Malang, Cipto Wiyono di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Bandara Juanda, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selama 3 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU KPK, Arif Suhermanto di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Bandara Juanda, Sidoarjo, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan terdakwa dianggap bersalah lantaran melakukan tindak pidana dugaan suap terhadap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun 2015 kepada sejumlah anggota DPRD Kota Malang.

Ini Empat Kawasan Rawan Bencana di Kota Malang Berdasarkan Hasil Potret Drone BPBD, Waspadai!

"Terdakwa bersama dengan terdakwa mantan Wali Kota Malang Moch Anton dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahaan dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang, Edy Sulistyono telah memberikan sejumlah uang pada anggota DPRD Kota Malang. Terkait dengan pembahasan APBD - P Kota Malang Tahun 2015," ujar Sulistyono dalam persidangan.

Oleh karena itu, terdakwa dianggap telah memenuhi tindak pidana korupsi sebagaimana dalam pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Oleh karena itu, terdakwa dituntut pidana penjara selama 3 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan," tambahnya.

Maraknya Kasus Kebakaran di Kota Malang, Petugas Damkar Berikan Penyuluhan Kepada Masyarakat

Selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 550 juta.

Bilamana uang pengganti tak dapat dibayarkan maka harta benda terdakwa akan dirampas oleh negara.

"Apabila harta benda yang dirampas tak mencukupi maka akan diganti hukuman pidana penjara 4 bulan. Terdakwa sendiri sudah membayar uang pengganti sebesar Rp 350 juta dan masih ada kekurangan uang pengganti sebesar Rp 200 juta. Kita juga meminta agar hak untuk dipilih pada terdakwa dicabut selama 4 tahun," jelasnya.

Korsleting Listrik, Yayasan LP Maarif di Kota Malang Terbakar, Kerugian Mencapai Jutaan Rupiah

Menanggapi hal tersebut, melalui kuasa hukumnya, Nurbaidah, terdakwa meminta waktu selama 2 minggu untuk menyusun nota pembelaan.

"Mohon waktu yang mulia, kita meminta waktu 2 minggu. Untuk menyusun nota pembelaan," jujurnya.

Hilang Bersama Berlian Majikan Rp 850 Juta, Pembantu di Kota Malang Ditangkap Kencan di Villa

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved