Gampang Dibuat dan Murah, Inilah Keunggulan Batik Ciprat Trenggalek yang Diajarkan di Pelatihan

UKM Provinsi Jawa Timur memberi pelatihan singkat membatik ciprat dan manajemen bisnis kepada sekitar 70-an ibu-ibu di Kabupaten Trenggalek

Gampang Dibuat dan Murah, Inilah Keunggulan Batik Ciprat Trenggalek yang Diajarkan di Pelatihan
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Kegiatan Pelatihan Singkat bagi Koperasi dan UKM bertema Manajemen Usaha bagi Anggota Koperasi Wanita dan KSPPS Wanita dengan Keterampilan Batik Ciprat di PKPRI Trenggalek, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur memberi pelatihan singkat membatik ciprat dan manajemen bisnis kepada sekitar 70-an ibu-ibu di Kabupaten Trenggalek, Senin (16/7/2019).

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu mendatangkan pemateri salah satunya Owner Batik Rara Abdul Muid.

Menurut Muid, potensi pasar batik ciprat terbilang bagus. Cara membuat batik ciprat tergolong jauh lebih gampang ketimbang batik tulis.

"Kalau belajar membatik dengan cantingz orang gampang jenuh karena harus bagus. Tapi kalau ciprat, sekali bikin bisa layak jual," kata Muid.

Dalam sekali bikin, seseorang bisa membuat sepuluh helai batik ciprat. Proses bikinnya sekitar tiga hari.
Malam yang biasanya digunakan untuk membatik tulis juga bisa digantikan dengan lilin. Ini membuat proses membatik ciprat jauh lebih gampang.

Ibu-Ibu di Trenggalek Diajari Membatik dan Manajemen Bisnis dalam Pelatihan Diskop dan UKM Jatim

Pasutri di Kota Kediri ini Jadi Pengedar Sabu-sabu, Kini Keduanya Masuk Penjara

Diler Motor Asal Itali Boyongan ke Sidoarjo, Piaggio Buka Diler di Waru

Selain itu, biaya untuk membuat batik ciprat juga lebih murah. Muid bilang, biayanya kurang dari Rp 75.000. Padahal batik ini bisa dijual hingga Rp 150.000.

"Tergolong murah untuk batik, jadi akan banyak orang yang beli. Tinggal bagi mana pelakunya mengeksplorasinya," kata Muid.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengatakan, Trenggalek punya batik khas Shibori Teranggalih dengan pewarnaan alam. Salah satu teknik yang dipakai untuk batik itu adalah ciprat.

"Batik Teranggalih merupakan bentuk comunal branding yang dibentuk. Di dalamnya berkumpul semua pengrajin batik," kata Novita.

Harapannya, peserta pelatihan bisa menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Menurut Novita, batik ciprat yang diajarkan bisa selaras produk batik yang diperkenalkan pemkab. (adv/fla/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved