Ini Empat Kawasan Rawan Bencana di Kota Malang Berdasarkan Hasil Potret Drone BPBD, Waspadai!

Empat kawasan rawan bencana di Kota Malang telah dipetakan menggunakan teknologi pencitraan foto melalui drone oleh BPBD Kota Malang.

Ini Empat Kawasan Rawan Bencana di Kota Malang Berdasarkan Hasil Potret Drone BPBD, Waspadai!
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Warga dan tim reaksi cepat BPBD Kota Malang membersihkan material longsor plengsengan sepanjang 50 meter dengan ketinggian 12 meter yang masuk ke dalam sungai Brantas, di Kelurahan Kota Lama, Kota Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Empat kawasan rawan bencana di Kota Malang telah dipetakan menggunakan teknologi pencitraan foto melalui drone oleh BPBD Kota Malang.

Empat lokasi tersebut diantaranya Gadingkasri, Bareng, Merjosari hingga sebagian Purwantoro.

Hal itu diungkapkan Very Wahyu Suryadi, salah satu pilot drone Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.

BPBD Selanggarakan Penguatan Ketangguhan Bencana di Wilayah Pesisir Selatan Jatim Selama 11 Hari

Kata Very, tiap ada perubahan tata guna lahan di wilayah, misalkan dalam jangka lima tahunan maka akan jelas terlihat perbedaan tutup lahannya.

Perubahan tata lahan menyebabkan sebuah daerah rawan bencana dikarenakan fungsi lahan yang dimaksud sudah tidak sesuai dengan kondisi yang dipergunakan.

Lahan yang biasanya digunakan sebagai kebun atau lahan sawah akan mengalami penurunan kualitas tanah ketika digabungkan dengan material lahan terbangun seperti material bangunan.

“Pemetaan ini berbasis mitigasi, jika ditemukan lahan yang cukup signifikan potensi bencananya maka dapat diambil langkah-langkah pencegahannya. Setidaknya antisipasi dalam jangka pendek,” jelasnya.

Maraknya Kasus Kebakaran di Kota Malang, Petugas Damkar Berikan Penyuluhan Kepada Masyarakat

Ia melanjutkan dulu pemotretan menggunakan wahana pesawat terbang yang membutuhkan biaya tinggi serta waktu terbang bergantung cuaca. Namun, kini berkat penemuan drone semua kendala dapat diminimalkan. Menurutnya penggunaan drone telah meluas ke berbagai sektor.

“Dulu drone digunakan sebagai hobi. Lambat laun beralih fungsi sebagai perangkat perekam pembuat film hingga akhirnya untuk foto udara,” tuturnya.

Dilanjutkannya, dalam sejarah kebencanaan peran drone makin penting. Selain sebagai alat rekam dokumentasi saat kejadian bencana juga telah dimanfaatkan untuk pemetaan bencana. BPBD Kota Malang memiliki beberapa unit drone.

“Salah satunya digunakan untuk potret udara memetakan kawasan bencana,” ucap Very.

Kawasan-kawasan yang terindentifikasi rawan bencana, misalkan longsor dilakukan potret udara kemudian didokumentasikan ke dalam GIS (Geography Information System). Dari potret udara itu bisa diketahui tingkat kerawanannya, volume longsoran hingga jauh jangkauan longsor.

(Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved