Maraknya Kasus Kebakaran di Kota Malang, Petugas Damkar Berikan Penyuluhan Kepada Masyarakat

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang saat ini tengah aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait penanggulangan bahaya kebakaran.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Melia Luthfi Husnika
SURYAMALANG.COM/RIFKI EDGAR
Petugas Upt Damkar Kota Malang saat memadamkan api dalam rangka giat penyuluhan kepada masyarakat terkait penanggulangan bahaya kebakaran, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang saat ini tengah aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait penanggulangan bahaya kebakaran.

Pada Selasa (16/7/2019) pagi, Upt Damkar Kota Malang memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada 350 peserta.

Para peserta itu meliputi perwakilan masyarakat dari kelurahan se- Kota Malang dan Linmas.

Suasana tegang nampak terasa, ketika petugas memasuki area yang telah dilalap si jago merah.

Antisipasi Bencana Tsunami, Bakorwil III Jatim Latih 34 Desa di Blitar dan Malang Tangguh Bencana

Para petugas Damkar Kota Malang mempraktekan cara memadamkan api yang ditonton langsung oleh masyarakat.

Dengan bantuan tiga alat semprot air, 10 petugas itu akhirnya berhasil memadamkan api.

Kepala Plt Upt Damkar Kota Malang, Antonio Viera mengatakan, kegiatan ini merupakan giat rutin yang ia lakukan setiap satu tahun sekali.

Penyuluhan ini digelar, agar masyarakat bisa mengetahui cara untuk pencegahan kebakaran dan penanganan sejak dini.

"Apabila telah terjadi kebakaran dan petugas Damkar belum datang, masyarakat agar tau cara memadamkan api agar tidak meluas ataupun menyebar," ucap Anton panggilan akrabnya.

Pasca Kebakaran di SDNU Bahrul Ulum Kota Malang, 250 Murid Diliburkan

Dicontohkan Anton, pencegahan sejak dini bisa dilakukan dengan tidak membuang putung rokok sembarangan.

Kemudian tidak ngawur dalam melakukan penyambungan kabel listrik.

Menurutnya, penyambungan kabel listrik yang tidak dilakukan oleh ahlinya bisa saja mengakibatkan korsleting listrik.

"Memang ini kelihatannya sepele, tapi bisa berbahaya. Itulah alasan kami kenapa menggelar penyuluhan ini," terangnya.

Sementara itu, Mustofa perwakilan dari Kelurahan Jodipan menganggap baik pelatihan yang digelar oleh Upt Damkar Kota Malang.

Menurutnya, pengetahuan sejak dini tentang kebakaran dirasa perlu, agar masyarakat bisa mengerti dan memahami.

"Kalau tidak ada pelatihan ini bisa gawat. Contohnya saja di kampung saya yang padat. Kalau misal terjadi kebakaran kalau tidak ada yang paham memadamkan, apinya bisa merembet kemana-mana," ujarnya.

Pelatihan dan penyuluhan ini rencananya akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 16-18 Juli 2019.

Tak hanya disuruh untuk mempraktekan, para peserta nanti juga diberikan bekal ilmu yang telah disiapkan oleh petugas dari Upt Damkar Kota Malang.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved