Ibu-ibu Praktik Membatik Ciprat di Alun-alun Trenggalek Kerja Bareng Dinkop UKM Jatim

- Puluhan ibu-ibu mempraktikkan pembuatan batik ciprat di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/7/2019).

Ibu-ibu Praktik Membatik Ciprat di Alun-alun Trenggalek Kerja Bareng Dinkop UKM Jatim
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Para peserta pelatihan singkat dan manajemen bisnis membatik ciprat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di Alun-alun Trenggalek, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Puluhan ibu-ibu mempraktikkan pembuatan batik ciprat di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/7/2019).

Mereka adalah peserta pelatihan membatik ciprat dan manajemen bisnis yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur di Trenggalek, 16-17 Juli 2019.

Proses yang dijalankan saat itu merupakan praktik dari ilmu yang didapat dalam pelatihan hari sebelumnya.
Beberapa pejabat Pemkab Trenggalek turut menilik proses pelatihan itu. Mereka datang setelah melaksanakan upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72.

"Kami berharap, dengan bimbingan yang digelar ini, para calon pembatik bisa membuat produk yang berkualitas," kata Sugeng Widodo, Asisten I Pemkab Trenggalek kepada Tribunjatim.com.

Sugeng bilang, Pemkab Trenggalek punya kepedulian khusus terhadap batik shibori. Batik itu merupakan salah satu produk andalan baru.

Ciprat merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam batik shibori.

Menteri BUMN Rini Dorong Kopi Arabika PTPN XII Go Internasional

Gampang Dibuat dan Murah, Inilah Keunggulan Batik Ciprat Trenggalek yang Diajarkan di Pelatihan

BREAKING NEWS - Empat Handphone Pelatih dan Pemain Arema FC Hilang seusai Laga Uji Coba

"Kami harapkan pemakaian batik ciprat, juga ikat, lebih diutamakan. Khususnya juga para ASN (Aparatur Sipil Negara) didorong untuk memakai batik tersebut secara beransur di hari Kamis dan Jumat," kata Sugeng kepada Tribunjatim.com.

Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Imam Sutrisno menambahkan, praktik itu merupakan salah satu cara untuk melihat sejauh mana teori yang didapat dalam pelatihan bisa diterapkan.

"Sehingga secara teknis, bagaimana cara mencampur warnanya, bagaimana cara mencipratkan (lilinnya), bisa dipraktikkan," ujarnya.
Melihat antusiasme peserta dalam praktik membatik, Imam melihat adanya semangat baru.

Para peserta yang sebelumnya tak punya pengetahuan soal membatik sama sekali mulai memilikinya.

"Dari mempraktikan ini, mereka lebih memiliki ilmu baru. Tinggal bagaimana nanti soal manajemen bisnisnya bisa mereka jalankan," katanya.

Para peserta tampak antusias dalam membuat batik ciprat dan ikat dalam kegiatan itu. Secara bergantian mereka membeber lembaran kain yang sudah diciprat lilin dan diwarnai.

"Membatiknya seru. tidak susah seperti membantik tulis yang pernah saya tahu," kata salah seorang peserta. (adv/fla/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved