Ibu Muda Ini Marah-marah Saat Razia Kos Satpol PP, Tolak Masuk Truk Alasannya Mau Dijemput Suami

Ibu Muda Ini Marah-marah Saat Razia Kos Satpol PP, Tolak Masuk Truk Alasannya Mau Dijemput Suami.

Ibu Muda Ini Marah-marah Saat Razia Kos Satpol PP, Tolak Masuk Truk Alasannya Mau Dijemput Suami
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Seorang penghuni kos di Mojokerto sedang berusaha menghubungi suaminya saat hendak dibawa ke truk satpol pp kota Mojokerto, Rabu (17/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pelaksanaan razia ketertiban di beberapa kos Kota Mojokerto, Rabu sore (17/7/2019) tak berjalan mulus.

Dalam proses razia itu, salah satu penghuni kos di Pulorejo, Kota Mojokerto, hendak dimasukkan ke dalam truk Satpol PP Kota Mojokerto.

Namun dia melampiaskan kemarahannya di depan petugas.

Satpol PP Bongkar Ratusan Bangunan Liar di Tepian Jalan Kota Mojokerto, Pedagang Buah Hanya Pasrah

Kisah SDN di Wilayah eks Lokalisasi Kota Mojokerto, Dihindari Wali Murid dan Hanya Terima 9 Siswa

Sediakan Kuota 28 Murid, SD di Mojokerto Ini Cuma Punya 9 Murid Saja di Tahun Ajaran Baru 2019

Pantauan TribunJatim.com, ibu itu menolak dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto dengan alasan hendak dijemput oleh suaminya.

Sambil menghubungi suaminya, penghuni kos yang merupakan seorang ibu dengan memakai jaket dan celana tidur berwarna biru, sedang berusaha menenangkan anak perempuannya yang menangis sesenggukan.

Karena nomor yang dihubungi oleh ibu tersebut tidak menjawab, Satpol PP Kota Mojokerto mengarahkan ibu beserta anaknya yang masih berusia kanak kanak untuk segera masuk ke dalam truk Satpol PP tersebut.

Razia ketertiban yang digelar oleh Satpol PP Kota Mojokerto ini menyasar beberapa kos di kota Mojokerto.

Mulai kos di Jalan Tribuana Tungga Dewi dan berakhir di Jalan raya Pulorejo.

Dalam razia tersebut, Satpol PP menemukan alat kontrasepsi yang berceceran di kos, delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya akan memeriksa identitas dan melakukan tes darah terhadap delapan pasangan yang bukan suami istri dan seorang pria yang diduga merupakan pecandu narkoba.

"Setelah kami periksa identitas dan melakukan tes darah, apabila diperlukan kami akan membawanya ke Polres Mojokerto Kota," ujar Dodik, Rabu (17/7/2019).

Untuk mencegah terjadinya peredaran dan pengguna narkoba di lingkungan kost, lanjut Dodik, pihak Satpol PP kota Mojokerto akan melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan di sekitar kos untuk melakukan pengawasan.

"Apabila ditemukan peredaran dan pengguna narkoba dalam lingkungan kos, kami akan menyegel dan mencabut kegiatan operasional dari kos," jelasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved