Musim Kemarau, 17 Desa di Kabupaten Tulungagung Disebut BPBD Rawan Kekeringan, Ini Daftarnya!

Sebanyak 17 desa di Kabupaten Tulungagung rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Kini, satu dusun alami kekeringan

Musim Kemarau, 17 Desa di Kabupaten Tulungagung Disebut BPBD Rawan Kekeringan, Ini Daftarnya!
SURYA/DAVID YOHANES
BPBD Tulungagung saat mengirim air bersih di desa yang kesulitan air bersih tahun lalu.

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Musim kemarau panjang mulai menyulitkan warga di wilayah pegunungan selatan Kabupaten Tulungagung.

Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mewaspadai sejumlah desa yang rawan kekeringan.

"Ada 17 desa di Kecamatan Pucanglaban, Tanggunggunung, Besuki, Kalidawir dan Rejotangan yang rawan kesulitan air bersih," ungkap Kepala BPBD Tulunaggung, Suroto.

Diduga Terdampak Musim Kemarau, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Meroket Rp 70 Ribu Per Kilogram

Saat ini hanya satu desa yang sudah mengalami kesulitan air, yaitu Desa Besuki di Kecamatan Besuki.

Secara khusus wilayah yang sulitan air ada di Dusun Cok Manuk, yang ada di wilayah ketinggian.

Setiap hari BPBD harus mengirim air ke dusun ini, terutama untuk keperluan konsumsi.

"Sejauh ini belum ada permintaan dari desa lain. Kalau ada permohonan, kami akan kirim juga," sambung Suroto.

BPDB berusaha memenuhi kebutuhan air bersih, agar kondisi kesulitan air ini tidak menjadi bencana.

Selain dari BPBD, warga juga banyak yang membeli air bersih secara mandiri.

Jumlah Desa di Kabupaten Sampang yang Mengalami Kekeringan Meningkat Drastis Selama Musim Kemarau

Masih menurut Suroto, kondisi kekeringan tahun ini masih lebih baik dibanding tahun lalu.

"Tahun 2018, masuk bulan Juli sudah ada 3 desa yang kekeringan. Tahun ini masih baru satu desa," ungkapnya.

Prediksi dari BMKG yang diterima DPBD Tulungagung, musim kemarau akan berlangsung hingga November 2019.

Sehingga masih ada rentang waktu empat bulan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih.

Suroto berharap, di sela-sela musim kemarau ini ada hujan kiriman yang bisa meringankan beban warga. (Surya/David Yohanes)

Memasuki Musim Kemarau Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik, Simak!

Penulis: David Yohanes
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved