Pemprov Jatim Dorong 8 Pabrik Kertas Manfaatkan Sampah Plastik untuk Energi Baru Terbarukan

Pemprov Jatim terus berupaya memanfaatkan sampah plastik untuk diubah menjadi energi baru terbarukan.

Pemprov Jatim Dorong 8 Pabrik Kertas Manfaatkan Sampah Plastik untuk Energi Baru Terbarukan
SURYA/RIFKI EDGAR
Ilustrasi - Pemprov Jatim minta pabrik kertas di Jatim manfaatkan limbah sampah plastik jadi energi baru terbarukan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim terus berupaya memanfaatkan sampah plastik untuk diubah menjadi energi baru terbarukan.

Hal tersebut sebagai langkah awal untuk memenuhi target Pemprov Jatim pada tahun 2025 yang mana pemanfaatan energi terbarukan mencapai 16,8 persen dari total kebutuhan energi di Jawa Timur.

Sebagai langkah awal Pemprov Jatim mendorong 8 pabrik kertas dari 11 pabrik kertas yang ada di Jawa Timur dapat memanfaatkan sampah sebagai pembangkit listrik energi terbarukan.

Kementan Melalui Hortikultura Dorong Penuh Kegiatan Ekspor dan Investasi untuk Dongkrak Perekonomian

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Setiajid mengatakan, untuk bisa menggunakan energi terbarukan dari sampah menjadi listrik setidaknya diperlukan investasi Rp 20 milliar.

Angka itu guna membuat alat pirolisis yang mana bisa mengubah sampah plastik menjadi minyak yang bisa digunakan kembali untuk bahan bakar mesin pabrik.

"Alat tersebut bisa menggerakkan power plant ya sekitar 7,8 juta mega watt," ujar Setiajid, Selasa (16/7/2019).

Selama ini rata-rata dari sebelas pabrik kertas, delapan diantaranya memiliki limbah plastik yang tersisa dari bahan baku. 

Pemprov Jatim Mulai Lelang Rp 132 Miliar Seragam Gratis SMA-SMK, September Nanti Bakal Dibagikan

Meski hanya 0,1 persen dari total bahan baku yang digunakan, namun hasilnya cukup membantu mengurangi beban listrik dari energi non fosil.

Selain delapan pabrik kertas tersebut, Pemprov Jatim juga membidik hal serupa di pabrik yang tersebar di delapan kluster di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Madiun, Malang, Jember Probolinggo, Banyuwangi, dan Kediri.

"Setidaknya ada satu pabrik di setiap kluster yang kita dorong untuk menumbuhkan pembangkit listrik tenaga sampah baru dari sampah-sampah itu," ungkapnya.

Setiajid berharap dengan begitu target sesuai rencana umum energi daerah 16,8 persen di 2025, dan 2050 sekitar 50,6 persen bisa terpenuhi. 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved