Kejati Jatim Serahkan 5 Triliun Aset Pemkot Surabaya dari YKP, Disaksikan 38 Kepala Daerah se-Jatim

Aset senilai kurang lebih Rp 5 Triliun lebih telah diterima Pemkot Surabaya dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Aset itu diperoleh dari YKP.

Kejati Jatim Serahkan 5 Triliun Aset Pemkot Surabaya dari YKP, Disaksikan 38 Kepala Daerah se-Jatim
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejati Jatim, Sunarta (kanan) serahkan aset Pemkot Surabaya kepada Walikota Tri Rismaharini di Aula Kejati Jatim, disaksikan oleh puluhak kepala daerah dari Jawa Timur. Kamis, (18/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aset senilai kurang lebih Rp 5 Triliun lebih telah diterima Pemkot Surabaya dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Aset itu diperoleh dari Yayasan Kas Pembangunan (YKP)

Bertajuk 'Gerakan Penyelamatan Aset Negara' diikuti bersama Jaksa dan Kepala Daerah dari 38 Kabupaten Kota seluruh Jawa Timur, Kamis, (18/7/2019). 

Tak hanya itu, penyerahan aset tersebut diawali oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia mengaku bangga atas jajaran korps adhiyaksa. 

Aset YKP Kembali ke Tangan Pemkot Surabaya, Langsung Ambil Sumpah Pada Formatur Kepengurusan YKP

Penyerahan itu diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma terharu atas kembalinya aset tersebut. Dia tak banyak berkomentar saat penyerahan berlangsung. 

"Saya nggak bisa ngomong apa-apa," ujarnya sesekali mengusap air mata. 

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan dari nilai aset yang diserahkan tersebut masih bisa bertambah. Karena saat ini pihaknya bersama BPKP masih mengaudit aset tersebut. 

"Masih berlanjut audit masih berjalan, Rp 5 triliun itu berdasarkan pembukuan dari YKP. BPKP nanti yang bergerak berapa kekayaan yg seharusnya diserahkan ke pemkot sebagai pendiri awal sejak 1954," tuturnya. 

Rekening YKP yang Diblokir Kembali Nyaris Dibobol, Kejati Jatim Akan Jerat Bagi yang Bantu Pencairan

Nilai dari luas tanah tersebut telah terbagi di beberapa tempat diantaranya, Margorejo, Wiyung, Indragiri, Medokan Ayu, Kalirungkut, Panjang Jiwo, Kebraon, Dupak hingga Wonoayu, Sidoarjo dan masih banyak lagi. 

Dalam deklarasi ini ada kesepakatan tiga pilar kejaksaan, pemda dan dukungan dari bpn penyelamatan aset ini dikatakannya adalah gerakan yang pertama di Indonesia dan sangat didukung oleh pimpinan pusat. 

Ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada awak media dimana turut serta memberikan informasi kepada masyarakat. "Terima Kasih bantuan awak media untuk mempublikasikan ke masyarakat menjadi edukasi dan kami melakukan untuk masyarakat Surabaya," ucapnya. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved