Wali Kota Risma Mendadak Panas Dingin di Kejaksaan Tinggi Jatim, Aset YKP Rp 10 T Pindah Tangan

Tubuh Wali Kota Risma mendadak jadi panas dingin setelah aset tersebut berpindah tangan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Wali Kota Risma Mendadak Panas Dingin di Kejaksaan Tinggi Jatim, Aset YKP Rp 10 T Pindah Tangan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejati Jatim, Sunarta (kanan) serahkan aset Pemkot Surabaya kepada Walikota Tri Rismaharini di Aula Kejati Jatim, disaksikan oleh puluhak kepala daerah dari Jawa Timur. Kamis, (18/7/2019). 

Dia berjanji akan memaksimalkan untuk kepentingan masyarakat Surabaya.

"Kira-kira bisa sampai sepertiga aset Pemkot Surabaya, karena sangat besar nilainya," terang Risma.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta, mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang sangat aktif berupaya mengembalikan aset-asetnya yang dikuasi pihak lain.

"Semoga bisa menginspirasi kepala daerah lainnya di Jawa Timur dalam menggandeng jaksa untuk mengembalikan aset pemerintah," jelasnya.

Kejati Jatim mulai menyelidiki kasus penyalahgunaan aset YKP atas laporan Risma.

Diduga, ada penyalahgunaan aset negara di yayasan yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya sejak 1951 itu.

Seluruh modal dan aset awal berupa tanah sebanyak 3.048 persil tanah berasal dari pemkot, yaitu tanah negara bekas eigendom verponding.

Sejak pendirian, YKP selalu diketuai oleh Wali Kota Surabaya.

Wali kota Surabaya terakhir yang menjabat yakni Sunarto pada 1999. Karena ada ketentuan UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah kepala daerah tidak boleh rangkap jabatan, akhirnya tahun 2000 Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin saat itu sebagai ketua. Pada 2002, Sunarto menunjuk dirinya lagi dan sembilan pengurus baru memimpin YKP.

Sejak saat itu pengurus baru itu mengubah AD/ART dan ada dugaan melawan hukum dengan memisahkan diri dari Pemkot Surabaya.

Hingga 2007, YKP masih setor ke Kas daerah Pemkot Surabaya. Namun, setelah itu YKP dan PT YEKAPE yang dibentuk YKP berjalan seolah diprivatisasi oleh pengurus hingga asetnya saat ini berkembang mencapai triliunan rupiah.

Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved