Ada di Eks Lokalisasi, SDN di Mojokerto Hanya Terima 9 Murid Baru, Setiap Pagi Gelar Salat Hajat

Ada di Eks Lokalisasi, SDN di Mojokerto Hanya Terima 9 Murid Baru, Setiap Pagi Gelar Salat Hajat

Ada di Eks Lokalisasi, SDN di Mojokerto Hanya Terima 9 Murid Baru, Setiap Pagi Gelar Salat Hajat
SURYA/Febrianto Ramadani
Suasana kegiatan pembelajaran di SDN 6 Mentikan kota Mojokerto, Rabu pagi (17/7/2019) 

Ada di Eks Lokalisasi, SDN di Mojokerto Hanya Terima 9 Murid Baru, Setiap Pagi Gelar Salat Hajat

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - SDN Mentikan 6 di Kota Mojokerto mengalami kekurangan pagu pada tahun ajaran baru 2019/2020 ini.

Sekolah Dasar yang terletak di jalan Cakarayam Baru, Kecamatan Prajurit Kulon tersebut hanya menerima peserta didik baru sebanyak 9 siswa, dari kuota yang disediakan dalam 1 kelas berjumlah 28 peserta didik baru.

Berbeda pada tahun sebelumnya, SDN tersebut menerima 22 siswa.

Kepala sekolah SDN Mentikan 6, Laseno, mengatakan, 9 peserta didik baru beralamat tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut, yakni, Cakarayam Baru dan Balong Cangkring.

"Sementara ini ada 9 siswa dan semuanya berasal dari warga Cakarayam Baru dan Balong Cangkring," kata Laseno, Rabu (17/7/2019).

Awalnya Tak Digubris, Ucapan Soeharto ke Soekarno sebelum Tumbang Ini Terbukti Saat G30S/PKI Terjadi

Menurut Laseno, SDN Mentikan 6 tidak mampu memenuhi jumlah pagu disebabkan karena sekolah tersebut, berada di dalam kawasan bekas lokalisasi di Kota Mojokerto.

"Walaupun lokalisasi Balong Cangkring sudah ditutup oleh pemerintah kota Mojokerto, masyarakat di sekitar kecamatan Prajurit Kulon masih menganggap SDN Mentikan 6, memiliki banyak murid yang nakal, sehingga, banyak orang tua yang tidak mendaftarkan anaknya ke SDN Mentikan 6," keluh Laseno.

Agar masyarakat tidak menganggap SDN 6 Mentikan memiliki banyak murid yang nakal, lanjut Laseno, pihak sekolah sudah membenahi perilaku para siswa SDN 6 Mentikan, dengan mengutamakan pendidikan agama dan pendidikan akhlak dalam kegiatan pembelajaran sehari hari.

"Setiap pagi sebelum masuk kegiatan belajar mengajar, kami mengadakan salat duha dan salat hajat bersama para murid, kemudian pada siang harinya salat duhur berjamaah. Selain itu, Kami juga menyediakan kegiatan tambahan kepada para murid seperti taman bacaan Al Qur'an, " jelas Laseno.

Halaman
123
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved