Banser dan Fatayat NU Kediri Gelar Aksi Tuntut Rekonstruksi Ulang Pembunuhan Binti Nafiah

Anggota Banser dan Fatayat NU Kecamatan Badas bersama LBH NU Kabupaten Kediri menggelar aksi solidaritas kasus pembunuhan Binti Nafiah

Banser  dan Fatayat NU Kediri  Gelar Aksi Tuntut Rekonstruksi Ulang Pembunuhan Binti Nafiah
(Surya/Didik Mashudi)
Anggota Banser dan Fatayat NU menggelar aksi solidaritas menuntut rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Binti Nafiah di depan Mapolres Kediri, Jumat (19/7/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Anggota Banser dan Fatayat NU Kecamatan Badas bersama LBH NU Kabupaten Kediri menggelar aksi solidaritas kasus pembunuhan Binti Nafiah, anggota Fatayat NU Ranting Badas di depan Mapolres Kediri, Jumat (19/7/2019).

Aksi ini dilakukan mendesak aparat kepolisian untuk melakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Binti Nafiah.

Rekonstruksi kasus pembunuhan sebelumnya telah digelar di halaman Mapolsek Pare tanpa kehadiran perwakikan keluarga dan LBH NU.

Taufik Dwi Kusuma, Sekretaris LBH NU Kabupaten Kediri menyebutkan, aksi solidaritas dilakukan untuk mendesak aparat kepolisian melakukan rekonstruksi ulang pembunuhan almarhum Binti Nafiah warga Desa Canggu, Kecamatan Badas.

"Kami mendesak Polres Kediri untuk melakukan rekonstruksi ulang di TKP agar kasus tersebut menjadi terang benderang secara pasti pelaku pembunuhan," tandas Taufik kepada Tribunjatim.com.

Dijelaskan, dengan dilakukan rekonstruksi ulang diharapkan pihak kepolisian terhindar dari kemungkinan korban salah tangkap.

Karena dari penjelasan yang disampaikan kepolisian, pihak LBH NU masih ada sejumlah keraguan dari hasil pengungkapan pembunuhan Binti Nafiah.

Judul Asli Vlog Ikan Asin Galih-Rey Pertama Kali Tayang Diungkap Rekan Barbie, Nama Fairuz Disebut

Mayangsari Komentari Foto Ingrid Kansil yang Nikahi Pejabat 27 Tahun Lebih Tua, Bahas Jurus Ampuh

Viral Seorang Profesor Kuliahi Anggota Polantas di Surabaya, Asistennya Ungkap Alasan Marah

Sebelumnya belasan anggota Banser PAC Badas bersama dengan pengurus Fatayat NU dan LBH NU Kabupaten Kediri telah menyampaikan surat permintaan dilakukan rekonstruksi ulang pembunuhan di TKP rumah almarhum Binti Nafiah.

Namun surat permintaan yang telah dikirim pekan lalu belum mendapatkan jawaban dari kepolisian. Sehingga anggota GP Ansor dan Banser Kecamatan Badas menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Kediri.

Diberitakan sebelumnya, setelah berselang setahun penyidik Polsek Pare mengungkap pembunuhan Binti Nafiah.

Pembunuhan dilakukan pelaku tunggal melibatkan tersangka Sugeng Riyadi (40) warga Pare yang tinggal di Surabaya.

Setelah mengungkap kasusnya, penyidik Polsek Pare kemudian melakukan rekonstruksi kasusnya di halaman Mapolsek Pare.

Namun saat pelaksanaan rekonstruksi tidak mengundang perwakikan keluarga dan LBH NU Kabupaten Kediri selaku pihak yang mendampingi keluarga korban.

Dari hasil rekonstruksi diperlihatkan cara pelaku menghabisi korban dengan dipukul linggis kecil. Korban dipukul di bagian belakang telinga hingga pendarahan yang mengakibatkan korban meninggal. Juga diperlihatkan linggis kecil dan kasur busa dengan bekas noda darah korban.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved