BKIPM Surabaya Ekspor Komoditas Perikanan, 87 Kontainer Siap Dikirim Melalui Pelabuhan Tanjung Perak

Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I dan BKIPM Surabaya II laksanakan ekspor raya komoditas perika

BKIPM Surabaya Ekspor Komoditas Perikanan, 87 Kontainer Siap Dikirim Melalui Pelabuhan Tanjung Perak
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pemotongan pita sebagai tanda simbolis ekspor raya komoditas perikanan oleh BKIPM Surabaya I dan BKIPM Surabaya II, Jumat, (19/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I dan BKIPM Surabaya II laksanakan ekspor raya komoditas perikanan.

Kepala BKIPM I Surabaya, Muhlin mengatakan ekspor raya tersebut dilakukan secara serentak di lima pelabuhan besar.

"Yaitu Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, dan Soekarno Hatta Makassar. Khusus untuk Tanjung Perak, kita mengirim sebanyak 87 kontainer komoditas perikanan, dengan volume total mencapai 1491 ton," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (19/7/2019).

Penasaran Ingin Dapat Untung, Pemuda Sidoarjo Diam-diam Tanam Ganja di Pot, Malah Diciduk Polisi

4 Strategi Barantan Kementan Tingkatkan Ekspor Komoditas Pertanian, Jumlah Eksportir Dinaikkan

Ia menjelaskan komoditi perikanan yang diekspor tersebut adalah udang beku, ikan beku, tuna kaleng, cumi cumi beku, ikan kayu, rumput laut kering, kulit kepiting dan kulit rajungan. Dan kesemuanya merupakan hasil dari 26 unit usaha pengolahan ikan di Jawa Timur.

"Total nilai ekspor nya sendiri adalah Rp. 85.195.000.000. Dan dikirim ke berbagai negara yaitu Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Sri Lanka," tambahnya.

Ia berharap melalui acara ini, dapat mendorong para ekportir untuk semakin meningkatkan jumlah ekspor komoditas perikanannya.

"Kita juga telah memberikan berbagai kemudahan untuk para eksportir. Yaitu pengurusan sertifikasi kesehatan yang mudah serta melakukan jemput bola pembinaan dalam hal inspeksi dan verifikasi. Dan kegiatan jemput bola tersebut tanpa biaya sama sekali," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved