Ajarkan Muridnya Berdagang, Kepsek SMP Muhammadyah 4: Terinspirasi Perjalanan Hidup Nabi Muhammad

Mengasah kemampuan berwirausaha 63 murid-muridnya, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya gelar ‘Creativepreneur Day’ di Taman Bungkul Surabaya

Ajarkan Muridnya Berdagang, Kepsek SMP Muhammadyah 4: Terinspirasi Perjalanan Hidup Nabi Muhammad
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
para siswa SMP Muhammdiyah 4 Surabaya saat menajajakan makaan dan minuman keapda para pengunjung Taman Bungkul Surabaya, Minggu (21/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengasah kemampuan berwirausaha 63 murid-muridnya, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya gelar ‘Creativepreneur Day’ di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (21/7/2019).

‘Creativepreneur Day’ itu merupakan satu diantara rentetan agenda penerimaan siswa-siswi baru yang lazim digelar oleh pendidikan Muhammadyah dengan istilah Forum Orientasi Ta’aruf Siswa (Fortasi).

Para siswa dibagi kedalam 6 kelompok, lalu berkeliling di kawasan sekitar taman untuk menjajakan beragam olahan makanan dan minuman yang dibuatnya.

Belajar Jualan di Creativepreneur Day, Siswa SMP Muhammadiyah 4 Tetap Semangat Meski Produk Ditolak

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Asep Saputro mengakui, konsep pendidikan yang diterapkannya dengan menyisipkan keterampilan berwirausaha, karena tesinipiasi dari kehiudpan Nabi Muhammad SAW.

Selain menyebarkan kebaikan melalui jalan iman Islam di zmannya, ungkap Asep, Nabi Muhammad SAW juga berniaga.

“Karena kan berpegang teguh pada Rosullallah Nabi Muhammad SAW, kan selain berdakwah mempelajari agama, tapi beliau kan juga berniaga,” katanya saat ditemui TribunJatim.com di sisi utara Taman Bungkul Surabaya, Minggu (21/7/2019).

Asah Kemampuan Wirausaha, SMP Muhammadyah 4 Surabaya Bakal Gelar Creativepreneur Day Setiap Bulan

Menurut Asep, semangat untuk meniru kearifan hidup dalam berniaga sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, juga menjadi dasar prinsipil orientasi pendidikan Islam yang diimplemntasikan oleh SMP Muhammdiyah 4 Surabaya.

“Kami ini kan sekolah Islam, SMP Muhammadiyah 4 Surabaya berbasis pesantren, beberapa materi keagamaan kami maksimalkan, tapi kami tidak meninggalkan dari sisi wirausaha,” jelasnya.

Ia berharap, format Fortasi yang semacam ini bukan hanya sebatas membentuk siswa-siswinya istiqomah dalam hal ibadah, ataupun cakap dalam bidang akademis.

Namun juga memiliki pengalaman yang dapat digunakan untuk bekal menghadapi tantangan hidup dimasa mendatang.

“Walaupun mereka mungkin punya orang tua yang terbilang mampu, tapi mereka harus diajarkan untuk mandiri dan survive,” ujarnya.

“punya usaha sendiri untuk kehidupan kedepan, dan tidak mengandalkan orang tua,” tandasnya pria yang peroleh gelar sarjana Psikologi di IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved