Soal Rius Vernandes dan Garuda Indonesia, Rhenald Kasali: Harusnya Lebih Terbuka Saja

Soal Rius Vernandes dan Garuda Indonesia, Rhenald Kasali: Harusnya Lebih Terbuka Saja

Soal Rius Vernandes dan Garuda Indonesia, Rhenald Kasali: Harusnya Lebih Terbuka Saja
TRIBUNJATIM.COM
Soal Rius Vernandes dan Garuda Indonesia, Rhenald Kasali: Harusnya Lebih Terbuka Saja 

Soal Rius Vernandes dan Garuda Indonesia, Rhenald Kasali: Harusnya Lebih Terbuka Saja

TRIBUNJATIM.COM - Nama Rius Vernandes viral dan ramai diperbincangkan setelah dirinya dilaporkan oleh Serikat Karyawan Garuda terkait postingan instastory Instagramnya.

Seperti yang diketahui masyarakat kini nama Rius Vernandes mencuat setelah dirinya mengunggah foto menu kertas tulis tangan Garuda Indonesia.

Terkait hal itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali angkat bicara.

Menurutnya, apa yang dialami oleh Garuda Indonesia saat ini bukanlah hal yang baru.

"Dulu sewaktu saya baru mulai bertugas sebagai Preskom AP2 dan T3 baru dibangun, dan buru-buru harus dipakai karena T2 sudah sangat crowded untuk mudik lebaran 2016, ada saja hal-hal kecil yg tiba-tiba jadi berita besar," jelas Rhenald Kasali kepada TribunJatim.com, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (20/7/2019).

Soal Polemik Kerja Sama Garuda & Mahata, Rhenald Kasali: Kalau Garuda Tidak Mau, Jual Saja ke Gojek

Misalnya soal diberitakan atap rubuh, dan sebagainya.

Padahal, menurut Rhenald hal itu merupakan sesuatu yang biasa dari kontraktor yang mencopot eternit yang tidak sesuai rencana.

"Bahkan ada yg taruh orang untuk mencatat dan merekam segala kekurangan mulai dari toilet yg sedang dipakai jemaah umroh yg padat sekali, dan delay (dan cepat kotor), sampai taman yg belum dicat atau lukisan yg dibuat seniman Jogja tapi beda selera dengan yg melihat," lanjut Rhenald.

Meski demikian, Rhenald tetap berkeyakinan agar masyarakat selalu dilatih kritis.

Sehingga, pihak korporasi bisa mempergunakan hal itu untuk perbaikan.

"Investigasi jalankan saja terus karena memang kadang ada yang buat berita seperti itu dengan notif-notif tertentu. Paling tidak kita jadi tahu siapa berpikir apa. Apa ada yang mengganggu usaha kita. Tapi informasi yang bagus bisa dipakai untuk perbaiki layanan. Lalu waspadai akan selalu ada yang mendompleng untuk ikut memojokkan. Ride the stream," ujar Rhenald.

Tidak hanya itu, Rhenald juga meminta agar Garuda Indonesia bersikap terbuka saja, dan memberikan teguran kepada petugas terkait.

"Ya. Harusnya lebih terbuka saja. Mungkin mereka kaget, katanya menu cetakannya ada di pesawat. Kok bisa dikatakan belum dicetak. Harusnya ada yang kena tegur. Apakah pursernya, atau petugas yang terkait...ya harusnya semua openmind," tandas Rhenald Kasali.

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved