Tradisi Nyadar di Sumenep, Warga Siapkan Ratusan Porsi Nasi di Komplek Makam Pangeran Anggosuto

deretan nasi dalam wadah 'panjang' disiapkan warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget untuk laksanakan tradisi Nyadar pada Sabtu (20/7/2019)

Tradisi Nyadar di Sumenep, Warga Siapkan Ratusan Porsi Nasi di Komplek Makam Pangeran Anggosuto
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Ratusan wadah makanan 'panjang' tertata rapi dalam tradisi Nyadar yang berlokasi di desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi. Sabtu (20/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Tradisi Nyadar (upacara adat) warga di wilayah Kabupaten Sumenep sampai saat ini masih dilestarikan setiap tahun.

Tradisi ini sudah dianggap kegiatan sakral dan turun temurun dilaksanakan oleh warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget.

Tradisi Nyadar oleh warga Desa Pinggir Papas ini digelar di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.

Dalam tradisi ini, warga menyiapkan makanan yang ditempatkan dalam wadah makanan berwarna merah yang biasa disebut 'panjang' dalam bahasa Madura.

(Tradisi Jathilan di Kawasan Wisata Gunung Bromo Bakal Digelar Bulanan, Dimulai 24 Agustus Nanti)

TribunJatim.com memantau, sekitar 500 panjang sudah siap di sediakan warga di sekitar komplek makam leluhur  Pangeran Anggosuto pada Sabtu (20/7/2019) pada pukul 6.00 WIB.

Warga menyebut, kegiatan ini dilaksanakan 3 kali dalam setahun. Kegiatan ini dilaksanakan berturut-turut dalam rentang waktu satu bulan berselang.

"Rata rata - rata warga Desa Pinggir Papas dan Karanganyar, kemarin acaranya nyekar, sekarang panjangan dan nanti dimulai sekitar pukul 9.00 WIB," kata Marduatun, warga Desa Pinggir Papas.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Kelompok Seni dari 18 Desa Ramaikan Festival Olahraga Tradisional di Kota Batu)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved