Derita Obesitas, 50 Polisi dari Jatim Ikut Fitnes dan Bela Diri di Mojokerto, Demi Raih Tubuh Ideal

Derita Obesitas, 50 Polisi dari Jatim Ikut Fitnes dan Bela Diri di Mojokerto, Demi Raih Tubuh Ideal.

Derita Obesitas, 50 Polisi dari Jatim Ikut Fitnes dan Bela Diri di Mojokerto, Demi Raih Tubuh Ideal
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
50 anggota kepolisian sedang latihan karate di lapangan sekolah polisi negara di mojokerto, Senin (22/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sebanyak 50 anggota kepolisian yang berpenampilan perut buncit dan obesitas, mengikuti Program Penurunan Indeks Massa Tubuh (IMT) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto.

Dengan mengenakan jaket kedap air seperti parasut serta bawahan celana training, 50 anggota polisi tambun itu tampak melakukan fitnes dengan berlari kecil (speed march) mengelilingi lapangan SPN pada pukul 12.00 siang.

50 Polisi Tambun dari Jatim Harus Ikut Program Fisik di SPN Mojokerto, Demi Tubuh Atletis & Bugar

Dewan Pendidikan Kota Kediri Larang Ada Bullying dan Kekerasan Fisik Selama Kegiatan MPLS

Heboh Lia Callia dan Cupi Cupita Cakar-cakaran dan Jambak-jambakan, Singgung Fisik dan Vokal

Para anggota tersebut ditemani oleh pembinanya dan melakukan speed march sambil mengucapkan sebuah jargon untuk menyemangati diri mereka yang terkena panasnya matahari.

Dalam program IMT, puluhan anggota kepolisian Jawa Timur, mengikuti berbagai kegiatan tentang fisik, psikologi dan gizi. Seperti lari pagi, lari siang, ekspedisi darat,  jalan cepat dan speed march yang dipadukan dalam kegiatan outbond.

Pendamping IMT, Ipda Irfan, menjelaskan, program tersebut merupakan atensi dari Kapolda Jawa Timur, terhadap anggota kepolisian yang meninggal akibat obesitas mencapai 1408 orang.

"Sebanyak 1408 anggota polisi meninggal dunia akibat obesitas. Dengan catatan 616 orang terkena sakit jantung, 177 orang terkena stroke, dan 161 orang terkena diabetes," kata Ipda Irfan, Senin (22/7/2019).

Ipda Irfan menjelaskan, Tujuan anggota polisi mengikut program IMT adalah agar bisa mendapatkan berat badan yang ideal dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

"Anggota kepolisian yang mengikuti program IMT bisa mendapatkan kembali berat badan yang ideal, serta menjalankan tugasnya melayani masyarakat dengan maksimal," kata Ipda Irfan, Senin (22/7/2019).

Ipda Irfan menambahkan, Program yang dijalankan pada (15/7/2019) hingga (26/7/2019),  puluhan anggota polisi tersebut telah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 3 Kilogram.

"Tadi pagi kami telah melakukan penimbangan berat badan terhadap anggota, hasilnya berat badan turun lebih dari 3 Kilogram," ungkap Ipda Irfan.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved