Masuki Musim Kemarau, Sejumlah Desa di Pamekasan Mengalami Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Sejumlah desa, khususnya di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Masuki Musim Kemarau, Sejumlah Desa di Pamekasan Mengalami Kekeringan dan Krisis Air Bersih
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Tim Reaksi Cepat Tanggap BPBD Pamekasan saat mengirim air bersih ke Kecamatan Tlanakan, Desa Larangan Tokol, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sejumlah desa, khususnya di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Kendati begitu, memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mulai mendistribusikan air bersih ke beberapa desa yang mulai terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmaul Firdaus mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan kekeringan dan krisis air bersih tersebut.

Harga Garam Pamekasan Rp 300 Perkilo, Baddrut Tamam Minta Kemendag Naikkan Minimal Rp 1200

Hal itu mengacu pada data krisis air bersih pada tahun sebelumnya.

Menurutnya ada sekitar 310 dusun di 78 desa yang tersebar di 10 kecamatan khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih pada kemarau Tahun 2019.

"Kami sudah pemetaan dan mulai melakukan pengiriman air bersih untuk program reguler pada masa-masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau,” kata Akhmaul Firdaus kepada TribunMadura.com, Senin (22/7/2019).

Akhmaul Firdaus juga merinci mengenai desa-desa yang terdampak kekeringan.

Penuhi Permintaan HKTI Pamekasan, Joko Widodo Kirim 2 Sapi Belgian, Alfianto: Padahal Mintanya Satu

Awal pengiriman diantaranya meliputi Desa Bujur Barat, Bujur Timur yang berada di Kecamatan Batumarmar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan dan Padelegen, Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu.

"Pendistribusian awal terdampak kekeringan itu hanya diprioritaskan pada desa-desa terdampak kekeringan dan yang membutuhkan bantuan air bersih lebih awal," ujar Akhmaul Firdaus.

Lebih lanjut, Akhmaul Firdaus mengungkapkan, untuk desa lainnya yang terdampak kekeringan akan masuk dalam tanggap darurat yang akan dilaksanakan awal bulan Agustus mendatang.
Ia berharap, kepada penerima distribusi air bersih itu agar dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

“Kami berharap pengiriman air bersih ini agar betul-betul dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan rumah tangga dan digunakan sehemat mungkin,” harapnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved