Liga Indonesia

Pasca Persebaya Vs Tira Persikabo, Djanur Geram Bajul Ijo Susah Dapat Penalti Saat Ada Pelanggaran

Persebaya Surabaya mendapat hasil kurang maksimal setelah ditahan imbang Tira Persikabo dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pasca Persebaya Vs Tira Persikabo, Djanur Geram Bajul Ijo Susah Dapat Penalti Saat Ada Pelanggaran
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Pemain Persebaya Surabaya, M Hidayat berebut bola dengan pemain Tira Persikabo pada laga Persebaya vs Tira Persikabo di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (21/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya mendapat hasil kurang maksimal setelah ditahan imbang Tira Persikabo dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (21/7/2019) malam.

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan hasil laga Persebaya vs Tira Persikabo pada pekan ke-10 Liga 1 2019 tersebut, karena beberapa keputusan dari wasit.

Djadjang Nurdjaman menyebut, seharusnya Persebaya Surabaya bisa mendapat dua penalti untuk peluang mencetak gol, karena ada pelanggaran di dalam kotak penalti lawan.

Persebaya Vs Tira Persikabo, Lemahnya Finishing Jadi Penyebab Persebaya Surabaya Gagal Menang

Hanya M Rafli Pemain Arema FC Yang Dipanggil TC Timnas U-23 Untuk Persiapan SEA Games

Pemain Persebaya Surabaya juga terlihat beberapa kali melakukan protes kepada wasit karena menganggap ada handball.

"Kami sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit, karena ada dua kejadian di dalam kotak penalti dan pemain melihat dengan jelas. Kami tidak minta diuntungkan, tapi realitasnya begitu," kata Djadjang Nurdjaman, Senin (22/7/2019).

Bahkan pelatih asal Majalengka ini mengaku heran karena Persebaya Surabaya sering dapat pelanggaran di dalam kotak 12 pas tapi tidak dapat penalti.

Bahkan pihak Persebaya Surabaya sudah pernah mengajukan surat protes kepada PSSI untuk menindaklanjuti bukti-bukti pelanggaran yang harusnya dapat penalti.

Tumbang Hadapi Madura United, Milomir Seslija Sebut Arema FC Tak Pantas Kalah

Persebaya Imbang Lawan Tira Persikabo, Djanur Puas Mainkan Rachmat Irianto Jadi Gelandang Bertahan

Di antaranya saat Persebaya Surabaya gugur di babak 8 besar Piala Indonesia melawan Madura United.

Saat itu, Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi mengajukan surat protes karena merasa dirugikan wasit.

"Kita sudah pernah ajukan protes, tapi tidak ada lanjutannya. Paling tidak, kita tidak cuma protes saja, tapi biar semua tahu dan tidak mau dibilang cari kambing hitam," jelasnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved