Angka Perceraian Tinggi, Dalam Setengah Tahun Gresik Dapat 927 Janda Baru, Ini Rinciannya

Angka perceraian di Kabupaten Gresik cukup tinggi. Dalam setengah tahun hampir seribu janda baru hadir di Kota Pudak.

Angka Perceraian Tinggi, Dalam Setengah Tahun Gresik Dapat 927 Janda Baru, Ini Rinciannya
SURYA/WILLY ABRAHAM
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Angka perceraian di Kabupaten Gresik cukup tinggi. Dalam setengah tahun hampir seribu janda baru hadir di Kota Pudak.

Total sejak bulan Januari hingga Juni 2019 atau satu semester pertama, angka perceraian mencapai 927.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding satu semester pertama tahun lalu yakni, 843 pasangan yang berakhir dipalu hakim.

Faktor penyebab perceraian pasangan ini variatif, namun masih di dominasi oleh faktor ekonomi.

(9 Fakta Perceraian Song Hye Kyo dan Song Joong Ki, Tak Pakai Cincin hingga Hapus Foto-foto)

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Gresik, Emi Rumhastuti membeberkan selain didominasi faktor ekonomi, perceraian juga disebabkan oleh perselisihan terus menerus dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"KDRT masuk kategori ekonomi, bukan hanya main tangan tetapi lebih ke tidak memberi nafkah sehingga menimbulkan kekerasan batin," ujarnya pada Selasa (23/7/2019).

Pada semester pertama tahun 2019, perceraian karena faktor ekonomi mencapai 459 kasus. Kemudian perselisihan terus menerus sebanyak 237 kasus dan KDRT menyumbang 154 kasus.

"Setengah tahun ini tidak ada yang cerai karena poligami," kata Emi.

Pada periode yang sama tahun lalu, faktor ekonomi menduduki peringkat pertama dengan 350 kasus.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved