Petani Garam Sampang Gelar Doa Bersama, Berharap Khofifah dan Bupati se-Madura Sukseskan Negosiasi

Para petani garam menggelar doa bersama di Pelabuhan bongkar muat garam Desa Pengarengan, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang.

Petani Garam Sampang Gelar Doa Bersama, Berharap Khofifah dan Bupati se-Madura Sukseskan Negosiasi
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana para petani saat menggelar doa bersama di Pelabuhan bongkar muat garam Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Para petani garam menggelar doa bersama di Pelabuhan bongkar muat garam Desa Pengarengan, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, Rabu (24/7/2019).

Di atas alas berwarna merah ratusan petani memanjatkan doa untuk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tidak hanya itu mereka juga membeberkan spanduk yang memiliki makna tulisan untuk mengkritik pemerintahan.

Polisi Gerebek Jaringan Sabu Sokobanah Sampang di Surabaya, Sita Sabu dalam Plastik Dilakban Hitam

Pantauan TribunMadura.com, spanduk itu bertuliskan 'Bu Susi kenapa kami di bina? Kalau pada akhirnya kita di binasakan'.

Kemudian spanduk yang lainnya bertuliskan, 'Bareskrim Polri jangan pengusaha garam saja yang kau tangkap, tangkap juga pembuat kebijakan garam import'.

Saat di temui Ketua Forum Petani Garam Madura, Mohammad Yanto, mengatakan bahwa diadakannya doa bersama dan pembentangan sejumlah bener sebagai bentuk kekecewaan karena petani garam tidak jadi menggelar aksi pada hari ini.

Rencana sebelumnya para petani akan menggelar aksi di pintu tol Jembatan Suramadu, dan tempat berkumpulnya di Lapangan Wijaya Kusuma Kecamatan Sampang/Kabupaten Sampang.

Kebakaran Lahan Gambut di Sampang Gegerkan Warga, Diduga Akibat Puntung Rokok yang Masih Menyala

"Namun, hari Senin (22/7/2019) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang ke Sampang dan kita disuruh menunggu selama 10 hari, untuk kepastian dari pemerintah," ujarnya.

"Dalam waktu 10 hari ibu gubernur beserta empat Bupati se-Madura akan menemui Presiden RI, sehingga kita menggelar doa bersama agar beliau di beri kelancaran dan kesuksesan," tambahnya.

Kemudian Mohammad Yanto, berharap harga garam milik para petani terserap dengan harga yang layak.

"Harapan kami hanya satu yaitu harga garam mampu terserap dengan harga Rp. 1600 per kilogram seperti panen raya tahun kemarin," harapnya.

Patut diketahui aksi doa bersama digelar mulai pukul 07.00 dan mendatangkan tokoh agama sekitar.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved