Petani Garam di Tuban Sambat Bandingkan Harga Garam Tahun Lalu Vs Sekarang Anjlok: Kita Ingin Stabil

Petani garam di Tuban mengeluh dengan harga garam yang anjlok hingga membandingkan harga tahun lalu vs sekarang.

Petani Garam di Tuban Sambat Bandingkan Harga Garam Tahun Lalu Vs Sekarang Anjlok: Kita Ingin Stabil
SURYA/M SUDARSONO
Kondisi gudang garam di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, milik Munasir, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Petani garam di Tuban kini sedang mengalami harga yang anjlok, yaitu Rp 400 per kilogramnya untuk jenis garam tanah, dan Rp 500 untuk jenis garam terpal.

Petani pun mengeluh dengan harga garam yang sudah berlangsung sejak awal tahun, yaitu Januari hingga Juli 2019.

Bahkan, petani juga membandingkan harga garam sekarang dengan tahun lalu.

Petani garam asal Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Munasir (55) mengatakan, harga garam saat ini Rp 400 dan Rp 500 untuk jenis yang berbeda.

Garam Lokal Hanya Dihargai Rp 400 Perkilogram, Petani Garam Kabupaten Tuban: Ini Memberatkan

Harga ini tentu berbeda dengan tahun lalu, yang jenis garam tanah Rp 2000 per kilogram, sedangkan garam terpal Rp 2.200 per kilogram.

"Beda harganya dengan tahun lalu, ya kita ingin harga garam kembali stabil, bukan seperti sekarang," ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, jika harga garam sekarang terus bertahan maka tentu sangat memberatkan petani.

Petani Garam Sampang Gelar Doa Bersama, Berharap Khofifah dan Bupati se-Madura Sukseskan Negosiasi

Sebab, petani garam ini juga ada biaya operasional lain. Seperti membayar kuli, biaya perawatan alat, dan lain-lain.

"Biaya perawatan sama, tapi harga garam yang turun, maka ini tentu memberatkan petani," terangnya.

Petani garam lainnya, Siswanto (50), juga menyatakan hal senada. Memang harga garam terpaut jauh antara tahun lalu dan sekarang.

Gubernur Khofifah Rumuskan 3 Solusi Strategis Buat Atasi Harga Garam yang Anjlok, Ini Rinciannya!

Tentu harapannya agar pemerintah ikut turun tangan menstabilkan harga, sehingga harga garam kembali normal dan tidak memberatkan petani.

"Kalau petani garam tentu ingin harga kembali normal, karena kalau bertahan Rp 400-Rp 500 sangat berat bagi kami," pungkasnya. (Surya/M Sudarsono)

Harga Garam Pamekasan Rp 300 Perkilo, Baddrut Tamam Minta Kemendag Naikkan Minimal Rp 1200

Penulis: M Sudarsono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved