5 Kepala Daerah dan Kiai Madura Masuk Struktur BPWS, Siap Maksimalkan Pengembangan Suramadu

5 kepala daerah dan kiai Madura masuk struktur BPWS unutk memaksimalkan pengembangan wilayah Suramadu.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ribuan warga masyarakat memadati Jembatan Suramadu saat puncak 'Millenial Road Safety Festival' di Jembatan Suramadu, Minggu (17/3). Sedikitnya 100 ribu warga Jawa Timur mengikuti kampanye keselamatan berkendara yang dimeriahkan berbagai acara diantaranya pembentangan bendera di sisi Timur Jembatan Suramadu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peran dan fungsi lembaga Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) ke depan dipastikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan lebih masif dan sinergis.

Hal ini menyusul penetapan bergabungnya lima kepala daerah Surabaya - Madura dalam struktur kepengurusan BPWS.

Wali Kota Surabaya beserta empat Bupati di Pulau Madura resmi ditetapkan sebagai Dewan Penasihat BPWS.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah usai rapat dengan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan KemenPAN RB sehari yang lalu.

"Alhamdulillah sudah diputuskan bersama oleh Menko Perekonomian, Perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian PAN-RB, Seskab. Sudah diputuskan calon kepala dan wakil kepala BPWS. Yang masuk dalam struktur baru adalah seluruh bupati di Madura dan Walikota Surabaya sebagai Dewan Penasihat BPWS," ujar Gubernur Khofifah, Jumat (26/7/2019).

Pemprov Jatim dan BPWS Akan Bangun Indonesia Islamic Science Park Bernuansa Timur Tengah di Suramadu

Gubernur Khofifah menjelaskan, selain bupati se Madura dan Wali Kota Surabaya, tokoh masyarakat Madura juga diakomodir menjadi Dewan Penasihat.

Masuknya para tokoh masyarakat Madura tersebut didasarkan atas usulan empat bupati di Madura.

"Dalam pengembangan struktur baru BPWS, terdapat penambahan satu deputi yaitu Deputi Investasi. Deputi tersebut melengkapi deputi sebelumnya seperti Deputi Perencanaan dan Deputi Pembangunan," jelasnya.

Kelak, Deputi Investasi bisa menjawab peluang investasi yang cukup besar di Madura.

Karena itu, dirinya berkeinginan untuk menambahkan perencanaan pembangunan wisata pada Selingkar Kepulauan Sumenep sebagai satu kesatuan dengan perluasan pariwisata baru di Jatim.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved