Angka Perceraian di Pamekasan Tembus 1.500 Kasus Per Tahun, PA: Perkawinan Dini Paling Banyak

Angka perceraian di Kabupaten Pamekasan cukup tinggi. Pertahunnya rata-rata tembus 1.500 kasus yang mengajukan perceraian.

Angka Perceraian di Pamekasan Tembus 1.500 Kasus Per Tahun, PA: Perkawinan Dini Paling Banyak
99.co
Ilustrasi perceraian. 

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Angka perceraian di Kabupaten Pamekasan cukup tinggi.

Pertahunnya rata-rata tembus 1.500 kasus yang mengajukan perceraian di Kantor Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan.

Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Iman Faruq mengatakan, pertahun rata-rata yang mengajukan gugatan cerai sebanyak 1500 kasus.

200 Ribu Jiwa Lebih Warga Kesulitan Air Bersih Akibat Terdampak Kekeringan, Ini Kata BPDB Pamekasan

"Kalau umur ya rata-rata juga ada yang masih muda dan perkawinan dini yang paling banyak," kata Imam Faruq kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Jumat (26/7/2019)

Kendati begitu per tahun ada sekitar 1.500 janda di Kabupaten Pamekasan.

Umar Faruq mengutarakan, penyebab tingginya kasus perceraian di Kabupaten Pamekasan dikarenakan banyaknya suami yang kurang bertanggung jawab.

Blangko e-KTP di Dispendukpencapil Kabupaten Pamekasan Kosong, Warga Diberi Surat Keterangan

“Penyebabnya kebanyakan karena suami kurang tanggung jawab. Ada juga karena beban moral," ujar Imam Faruq.

Bahkan, kata Imam Farurq, rata-rata yang mengajukan gugatan cerai banyak yang dikabulkan.

Karena prinsipnya, dalam Agama Islam jika empat bulan sudah pisah keluarga itu tidak boleh menggantungkan hubungan begitu saja alias harus jelas arahnya.

Harga Garam Pamekasan Rp 300 Perkilo, Baddrut Tamam Minta Kemendag Naikkan Minimal Rp 1200

"Ya harus jelas statusnya kalau misal dalam empat bulan itu sudah tidak akur. Kalau misal mau rukun ya rukun dengan baik kalau misal mau cerai ya cerai dengan baik," ucapnya.

"Ketika saya melakukan sidang itu rata-rata perkawinan masih dapat 5 tahun itu sudah mengajukan cerai ada juga yang dapat tujuh tahun juga ada," sambungnya.

Guna mengurangi tingginya angka perceraian khususnya di Kabupaten Pamekasan, ia mengimbau kepada mereka yang ingin membina rumah tangga baru hendaklah harus mengetahui hukum tentang rumah tangga dengan sebaik mungkin.

“Sebagai orang beriman, kalau mau memasuki rumah tangga harus betul-betul bertanggung jawab dan mengetahui hukum rumah tangga dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Angka Perceraian Tinggi, Dalam Setengah Tahun Gresik Dapat 927 Janda Baru, Ini Rinciannya

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved