Musim Kemarau Melanda Kabupaten Gresik, Warga Manfaatkan Air Telaga untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Musim kemarau membuat puluhan desa di Gresik mengalami kesulitan air bersih. Akibatnya, warga terpaksa memanfaatkan air telaga.

Musim Kemarau Melanda Kabupaten Gresik, Warga Manfaatkan Air Telaga untuk Kebutuhan Sehari-Hari
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Supaidi (54) yang menjadi pedagang air keliling saat mengambil air di Telaga akibat musim kemarau, Jum'at (26/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Musim kemarau membuat puluhan desa di Kabupaten Gresik mengalami kesulitan air bersih. Akibatnya, warga terpaksa memanfaatkan air telaga waduk untuk kebutuhan sehari-hari.

Terhitung sejak dua bulan lalu, air sumur di rumah warga itu mulai mengering dan berasa asin sehingga tidak layak dikonsumsi untuk air minum.

Untuk mensiasatinya, warga harus mengambil air di telaga yang jaraknya 1 kilometer dari pemukiman warga.

Warga Gresik Mengeluh Kualitas Air PDAM Mirip Comberan, Harus Beli Air Isi Ulang Untuk Mandi

Supaidi (54) warga Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, mengatakan warga harus mengambil air menggunakan jerigen menuju telaga.

"Kalau pagi dan sore ramai yang ambil air buat mandi dirumah," ujarnya, Jum'at (26/6/2019)..

Selain itu, sebagian warga terpaksa merogoh kocek yang cukup dalam untuk membeli air bersih dari pedagang air keliling sebesar Rp 200 ribu selama sepekan.

Warga pun terpaksa menggunakan bahan baku air telaga yang berwarna hijau tersebut sebagai kebutuhan.

Beredar Informasi Lowongan Kerja Petrokimia di Media Sosial, PT Petrokimia Gresik: Itu Hoaks

Selain Kecamatan Benjeng, saat musim kemarau juga melanda sebagian desa di Kecamatan Cerme.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Tarso Sagito menjelaskan pihaknya telah melakukan sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan untuk dilakukan dropping air bersih.

"Sudah kami data untuk dropping air bersih," kata Tarso.

Menurut data BPBD Kabupaten Gresik mencatat ada 62 desa yang tersebar di 8 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih.

Delapan Kecamatan itu diantaranya Kecamatan Bungah, Sidayu, Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Duduksampeyan dan kecamatan Kedamean.

Kekeringan, lanjut Tarso, beberapa desa masih memiliki sumber mata air yang tidak terlalu banyak. Pada musim kemaraunkali ini diprediksi tidak terlalu panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Beberapa desa masih ada yang memiliki cadangan air," tutup Tarso.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved