PPTP3A Catat Puluhan Kasus Kekerasan pada Anak, Kasus Ini Tidak Boleh Diselesaikan Kekeluargaan

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan membeberkan kasus kekerasan pada anak di Pamekasan.

PPTP3A Catat Puluhan Kasus Kekerasan pada Anak, Kasus Ini Tidak Boleh Diselesaikan Kekeluargaan
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan membeberkan kasus kekerasan pada anak di Pamekasan.

Terhitung dari tahun 2018 ada total 48 kasus kekerasan terhadap anak dalam berbagai jenis.

Hal ini sesuai yang disampaikan Koordinator Divisi Hukum PPTP3A Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

"Kekerasan seksual yang sudah terlaporkan ke pihak Polisi ada 15 kasus, dan sebagian ada yang diselessikan melalui mediasi keluarga," kata Umi Supraptiningsih kepada TribunMadura.com, Jumat (26/7/2019).

(Tradisi Setrika Payudara untuk Cegah Kekerasan Seksual, Nyatanya Tak Efektif dan Berdampak Kesehatan)

Umi Supraptiningsih juga mengutarakan, 48 kasus tersebut secara rinci terdiri dari, 1 kasus eksploitasi pada anak, 7 kasus penelantaran anak, 1 kasus pencurian yang pelakunya masih anak-anak.

11 kasus kekerasan rumah tangga yang korbannya terjadi pada anak-anak, 5 kasus psikis anak, 8 kekerasan fisik pada anak dan sisanya merupakan kasus kenakalan anak yang terjadi di sekolah.

Umi Supraptiningsih menyebut, ada 5 kasus yang hanya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi keluarga.

"Padahal hal itu sebenarnya tidak boleh, harus diselesaikan secara hukum. Tapi kalau sudah dari masing-masing keluarga itu menutup kita tidak bisa berbuat apapun,” ujar Umi Supraptiningsih.

Lanjut ke tahun 2019, Umi Supraptiningsih mengungkap ada 9 kasus kekerasan anak terhitung sejak Januari hingga Juli 2019.

"9 kasus tersebut data yang masuk ke saya terdiri dari kasus pemerkosaan, kekerasaan seksual dan penganiayaan pada anak,” bebernya.

(Pria di Malang Tewas Tergantung di Pohon, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan, Tapi Kurang Oksigen)

Umi Supraptiningsih berharap, kepada para orang tua untuk selalu memantau anak-anaknya, dan mengarahkan anaknya ke arah yang posistif

"Antisipasi untuk menghindari adanya sesuatu yang tidak dinginkan pada anak- anak kita. Maka dari itu kita selaku orang tua harus intens menjaga dan memantaunya, kalau perlu anak-anak dimasukkan ke Ponpes biar aman,” sarannya.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan Pada Mayat Bertato Yang Mengambang di Kali Brantas Mojokerto)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved