Bupati Jember Faida Berharap Apoteker Siap Hadapi Layanan Pengiriman Secara Online

Bupati Jember Faida berharap apoteker bisa menghadapi tantangan era digitalisasi di revolusi industri 4.0. Hal ini ditegaskan Bupati Faida

Bupati Jember Faida Berharap Apoteker Siap Hadapi Layanan Pengiriman Secara Online
sri wahyunik/surya
Bupati Jember Faida rakerda apoteker 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida berharap apoteker bisa menghadapi tantangan era digitalisasi di revolusi industri 4.0. Hal ini ditegaskan Bupati Faida saat membuka Rakerda Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Jember.

Selain membuka Rakerda, Faida juga menjadi pembicara di seminar nasional bertema 'Peningkatan Profesionalisme Apoteker dalam Menjalankan Praktik Kefarmasian di Era 4.0'.

"Saya berharap profesionalisme apoteker bisa mengimbangi tantangan era digitalisasi 4.0," ujar Bupati Faida. Menurutnya, tantangan bagi apotek dan apoteker Indonesia di era 4.0 adalam memberikan layanan terbaiknya di tengah arus layanan kefarmasian secara online.

"Masyarakat inginnya layanan cepat, mudah, dan praktis. Sementara apoteker konvensional masih mengantre, komunikasi servis apoteker menjadi sesuatu yang sulit diakses. Sementara digitalisasi dengan mudah tanya jawab tentang obat. Nah bagaimana supaya apoteker menjawab tantangan ini, memberikan solusi dan jaminan keamanan obat sampai ke tangan masyarakat," terangnya.

Bupati mengatakan, apoteker hadir bukan hanya karena ijazahnya, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk menjadi solusi bagi masyarakat. Salah satunya terkait kebutuhan masyarakat tentang informasi dan layanan obat, yang kali ini terjawab oleh layanan online.

Kejari Surabaya Layangkan Panggilan Kedua ke Nur Cholifah, Dugaan Kredit Fiktif BRI

Andai Tak Dibeli Polisi, Keperawanan Remaja 14 Tahun Ini Bakal Dijual Tantenya Sendiri Rp 10 Juta

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali di Porprov Jatim 2019

Layanan-layanan digital ini, lanjutnya, akan menggeser layanan konvensional, dan para apoteker harus menyadari hal tersebut.
“Maka, layanan konvensional yang kelebihannya adalah human touch, perlu diimbangi oleh teknologi, sehingga human touch tidak menghilangkan daya saing di bidang lainnya," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Di Jember, untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang farmasi, mahasiswa Prodi Farmasi ber-KTP Jember layak menerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember.

"Saya dorong mereka untuk bisa S1 semuanya dan punya profesi, karena ini untuk mengimbangi tantangan jaman. Di Jember peluang tersebut masih terbuka," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu Ketua PD IAI Jawa Timur, Abdul Rahem mengatakan, rapat kerja daerah IAI kali ini untuk mengupayakan dan menyiapkan apoteker menghadapi tantangan di industri 4.0.

"Kami diskusikan tantangan dan peluang terkait itu. Jangan sampai adanya era digital 4.0 ini eksistensi apoteker hilang," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved