Jalan Lumajang - Probolinggo Macet Parah, Surat Kabar dari Surabaya Baru Tiba Pukul 10 SIang

Terjadi kemacetan di jalur Lumajang - Probolinggo, Sabtu (27/7/2019) siang. Sejumlah pengguna jalan termasuk DPRD jadi korbannya

Jalan Lumajang - Probolinggo Macet Parah, Surat Kabar dari Surabaya Baru Tiba Pukul 10 SIang
Istimewa
Kemacetan parah di jalur Lumajang - Probolinggo, Sabtu (27/7/2019) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Terjadi kemacetan di jalur Lumajang - Probolinggo, Sabtu (27/7/2019) siang.

Sejumlah pemakai jalan menyampaikan kemacetan ini melalui media sosial.

Ayub Junaidi, Wakil Ketua DPRD Jember, menuliskan kemacetan dari arah Leces, Probolinggo ke Klakah, Lumajang.

Dia merasakan kemacetan lalu lintas mulai dari Leces pukul 01.00 Wib hingga ke Pasar Klakah sekitar pukul 08.00 Wib.

(Macet di Waru-Buduran Tetap Terjadi Tahun Ini, Pembebasan Lahan Frontage Road Masih Banyak Kendala)

Sedangkan rombongan pegawai Pemkab Jember yang berdinas luar kota berangkat dari Jember pukul 01.30 WIB, hingga pukul 09.00 WIB masih berkutat di Klakah, Lumajang.

Surat kabar yang dikirim dari Surabaya juga belum tiba di Jember hingga pukul 10.00 Wib.

Belum tibanya surat kabar di Jember ini kemungkinan akibat kemacetan parah tersebut.

Kasatlantas Polres Lumajang AKP Atma Giri membenarkan kemacetan itu. Menurutnya kemacetan ini imbas dari tergulingnya sebuah truk di sekitar Malasan, Probolinggo.

"Imbasnya sampai pagi ini. Kami terus mengurai kemacetan. Lalu lintas merambat karena kecepatan pengendara hanya 20 KM/jam," ujar Giri yang dihubungi Surya sekitar pukul 10.30 WIB.

(Dinas Perhubungan Ingin Tambah 20 Unit Suroboyo Bus Untuk Beroperasi di MERR)

Kemacetan dari arah Lumajang kini mulai dari seputaran perlintasan rel KA di Malasan.

Sedangkan dari arah Probolinggo kecepatan kendaraan sudah melaju antara 40 - 45 Km/jam.

"Karena volume kendaraan yang tinggi. Ditambah kendaraan besar melintas seperti pengangkut tebu, juga sengon. Akhirnya kendaraan merambat," imbuh Giri.

Pihaknya sampai mengerahkan 15 personel Satuan Lalu Lintas untuk mengurai kemacetan. Jumlah ini separo lebih banyak dari jumlah personel di hari biasanya.

"Kami akan berdiri di sini sampai kemacetan terurai," tegas Giri.

Reporter: Surya/Sri Wahyunik

(Dinas Perhubungan Kota Malang Bahas Halte Khusus Naik Bus Sekolah, Wahyu Setianto: Perlu Evaluasi)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved