Nostalgia, PS Petrokimia Putra Membawa Nama Harum Gresik

PS Petrokimia Putra Gresik adalah salah satu dari sekian banyak klub yang membawa nama harum Kabupaten Gresik di pentas nasional

Nostalgia, PS Petrokimia Putra Membawa Nama Harum Gresik
Willy Abraham/Tribunjatim
Imam Supardi mantan manajer PS Petrokimia Putra menujukkan skuad juara tahun 2002. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - PS Petrokimia Putra Gresik adalah salah satu dari sekian banyak klub yang membawa nama harum Kabupaten Gresik di pentas nasional. Klub berjuluk Kebo Giras itu juga mengangkat pamor Gresik ke panggung Asia.

Mantan manajer PS Petrokimia Putra Gresik, Imam Supardi saat ditemui di kediamannya menceritakan awal mula berdirinya klub yang dimiliki PT Petrokimia Gresik (PG).

Sebelum Petrokinia Putra terbentuk, banyak klub dari Gresik yang mengikuti kompetisi internal Persebaya Surabaya karena letak geografis yang cukup dekat. Sehingga banyak pemain asal Gresik yang bermain memperkuat klub-klub di luar Gresik.

Kemudian membentuk Petrogres untuk mengikuti kompetisi antar perusahaan di Surabaya. Saat itu, klub yang menjadi langganan juara di Jawa timur seperti Persebaya, Persema dll.

Pamor sepakbola di Kota Pudak masih jauh tertinggal dibanding lainnya di Jawa Timur. Sehingga jajaran direksi PG, Sjafaroeddin Sabar membentuk tim bernama Persatuan Sepakbola Petrokimia Putra Gresik untuk mengikuti kompetisi Galatama tahun 1988.

Pada saat Perserikatan dan Galatama melebur jadi satu, tim dengan warna kebanggaan kuning ini mampu menembus partai puncak menghadapi Persib Bandung.

Derryl Sinerine, Jacksen F. Tiago, Carlos De Mello, bersama pemain muda Suwandi HS, Rubianto, Widodo Cahyono Putro, Alm. Eri Irianto, Khusaeri dan Sasi Kirono takluk dengan skor tipis 1-0 membuat Petrokimia Putra kembali dari Stadion Gelora Bung Karno menuju Kota Santri dengan tangan kosong. Trophy juara yang ada di depan mata sirna gagal diraih.

"Kami semua kecewa, tetapi Petrokimia Putra tetap disambut masyarakat. Bahkan kami dipandang sebagai juara tanpa mahkota," ujarnya kepada Surya, Sabtu (27/7/2019).

Pemain Widodo Cahyono Putro menjadi pemain terbaik Ligina edisi pertama itu.

Petrokimia Putra langsung berbenah menyonsong musim berikutnya. Tim kebanggaan warga Gresik itu akhirnya bisa kembali berada di partai puncak Liga Indonesia melawan Persita Tangerang.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved