Ide Kreatif CJH Mojokerto Agar Koper Tak Tertukar Saat Haji, Pakai Tanda Gayung Hingga Sendok Nasi

Ide Kreatif CJH Mojokerto Agar Koper Tak Tertukar Saat Haji, Pakai Tanda Gayung Mandi Hingga Sendok Nasi.

Ide Kreatif CJH Mojokerto Agar Koper Tak Tertukar Saat Haji, Pakai Tanda Gayung Hingga Sendok Nasi
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Salah satu koper jamaah haji diberi tanda tambahan berupa gayung mandi dengan tujuan tidak tertukar dengan koper lainya, Minggu (28/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ribuan calon jemaah haji (CJH) di Mojokerto, punya berbagai cara agar tas koper yang mereka bawa ke tanah suci tidak tertukar dengan tas koper jemaah haji lainnya.

Para CJH tersebut memberikan tanda di atas koper mereka dengan berbagai benda.

Pantauan TribunJatim.com di Aula Kementerian Agama kabupaten Mojokerto, Minggu (28/7/2019), belasan petugas penyelenggara haji terlihat sedang menata dan mendata koper milik ribuan jemaah haji dari berbagai Kabupaten Mojokerto. 

Diduga Korsleting, Toko Penjahit Jok Motor di Mojokerto Ludes Terbakar, Warga Lihat Ada Percikan Api

Derita Obesitas, 50 Polisi dari Jatim Ikut Fitnes dan Bela Diri di Mojokerto, Demi Raih Tubuh Ideal

Mitsubishi Motors Buka Diler di Mojokerto, Usung Desain Baru Fasilitas Komplit 3 S hingga Test Drive

Koper yang berwarna hijau, ditambah dengan model dan ukurannya yang sama, sering kali membuat kesulitan bagi para calon jemaah haji.

Apalagi bagi jemaah haji yang telah lanjut usia. Bahkan nama identitas dan foto dari jemaah haji tidak cukup untuk mengenali tas koper miliknya.

Berbagai cara telah dilakukan oleh jemaah haji agar tas koper milik mereka terlihat sedikit mencolok dan lebih mudah dikenali.

Salah satunya adalah dengan menandai tas kopernya dengan aneka benda dan aksesoris.

Seperti menggunakan kain perca dengan corak motif dan warna yang berbeda.

Bahkan, menandai tas kopernya dengan boneka, bola bola plastik, sandal jepit, bendera merah putih, shuttle kok, sendok nasi dan dua buah gayung mandi.

Kasi Penyelenggara Haji Umum (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali, mengatakan, Setiap jemaah haji berhak memberikan tanda yang berbeda beda di atas koper mereka.

"Biar jemaah haji tidak kesulitan setelah dilakukan pemeriksaan koper di Embarkasi atau di bandara. Kalau tidak diberi tanda jemaah haji akan kesulitan," kata Mukti Ali, Minggu (28/7/2019).

Walaupun tidak ada perintah resmi dari Kementerian Agama Indonesia terkait tanda tambahan tersebut, hal semacam itu sudah menjadi tradisi sendiri di kalangan jemaah haji. Terutama jemaah haji di kabupaten Mojokerto.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi, tidak melarang pemberian tanda tambahan yang merupakan kreasi dari jemaah haji tersendiri.

"Tanda tambahan yang bersifat unik tersebut akan bermanfaat untuk membedakan koper yang satu dengan koper yang lainnya," imbuh Barozi Minggu (28/7/2019).

Namun, lanjut, Barozi, meski pemberian tanda tersebut tidak dilarang, koper koper tersebut tetap diperiksa oleh petugas haji untuk mencari barang barang terlarang yang mungkin, dibawa oleh para calon jamaah haji.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved