2 Terdakwa Kasus Penjualan Komodo Divonis Hukuman Berbeda, Majelis Hakim Ungkap Pertimbangannya

Dua terdakwa Vecky Subhun dan Arfandi Nugraha divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman berbeda.

2 Terdakwa Kasus Penjualan Komodo Divonis Hukuman Berbeda, Majelis Hakim Ungkap Pertimbangannya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dua terdakwa Vecky Subhun (kiri) dan Arfandi (kanan) saat mendengarkan vonis atas kasus penjualan satwa dilindungi Komodo di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, (29/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua terdakwa Vecky Subhun dan Arfandi Nugraha divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dengan hukuman berbeda atas kasus penjualan satwa dilindungi yaitu Komodo

Keduanya dianggap terbukti melanggar Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. 

Terdakwa Vecky divonis tiga tahun penjara sedangkan Afandi divonis selama dua tahun.

6 Komodo Dipulangkan BBKSDA Jatim ke NTT Pakai Pesawat Kargo, Dilepasliarkan ke Pulau Ontoloe

Dalam pertimbangan majelis hakim, hal yang memberatkan Vecky yaitu pria 33 tahun ini pernah dihukum sebelumnya. 

Selain hukuman badan, mereka diharuskan membayar denda sebesar Rp 10 juta. 

"Menyatakan terdakwa Vecky dan Arfandi terbukti secara sah melakukan tindak pidana memperniagakan satwa dilindungi. Bila denda tidak dibayar maka hukuman ditambah selama dua bulan," kata ketua majelis Jihad saat bacakan putusan, Senin (29/7/2019). 

Tiga Pemuda Ini Pelihara dan Jual Komodo Melalui Media Sosial, Terancam Pidana Maksimal 5 Tahun Bui

Menanggapi vonis tersebut, kedua terdakwa menerima hukuman yang dijatuhkan. Adapun JPU Nizar mengaku pikir-pikir.

Pasalnya, hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya dengan penjara selama tiga tahun enam bulan. 

Vecky yang berperan sebagai pemasok menitipkan komodo kepada Rizal dan Arfandi sebelum dikirim ke pembeli yang telah memesan melalui media sosial.

Dari hasil penjualan, masing-masing mendapatkan keuntungan Rp1-3 juta.

Enam Komodo Hasil Tangkapan Polda Jatim Rencananya Akan Dilepasliarkan di Pulau Ontoloe NTT

Dia menjualnya seharga Rp 12 juta per ekor dengan berat dan ukuran yang bervarian.

Subhun pun membungkus Komodo itu di dalam sebuah tabung pipa yang telah dirangkai sedemikian rupa lalu menaruhnya di dalam kardus. 

Sejak 2016, Komodo yang telah dijual Subhun sebanyak 40 ekor dan ukuran yang paling besar berukuran satu meter.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved