Investor Tertarik Jajaki Pengembangan Pariwisata Pantai dan UMKM Kopi di Trenggalek

Investor Tertarik Jajaki Pengembangan Pariwisata Pantai dan UMKM Kopi di Trenggalek.

Investor Tertarik Jajaki Pengembangan Pariwisata Pantai dan UMKM Kopi di Trenggalek
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Bupati Trenggalek dan para calon investor menilik pabrik pembuatan kopi Van Dilem di Argowisata Dilem Wilis di Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Minggu (28/7/2019 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Para investor yang hadir dalam business trip di Kabupaten Trenggalek tertarik menjajaki dua potensi, yakni pengembangan pariwisata di sekitar Pantai Cengkrong dan Mutiara, serta pengembangan pasar UMKM kopi Van Dilem.

Ketertarikan itu didapat setelah mereka menilik berbagai tempat di Kabupaten Trenggalek mulai Sabtu hingga Minggu (27-28/7/2019).

Teriakan Nenek dari Trenggalek Ini Bikin Nyawanya Selamat, Seusai Ceburkan ke Sumur Sedalam 5 Meter

Keliling Pantai Naik Perahu, Calon Investor Kesemsem Touring Wisata Pantai di Trenggalek

Mas Ipin Tawarkan Kerjasama Investasi Murah di Sektor Wisata Trenggalek, Hotel Berbintang Kemahalan

Tempat-tempat yang dikunjungi, antara lain, Pantai Cengkrong, Pantai Prigi, Pantai Mutiara, Hutan Mangrove, Goa Lowo, dan Argowisata Dilem Wilis.

“Tapi masih perlu dikaji lagi. Kami harus imbangi dengan perencanaan,” kata Hence Alfi Pongah, perwakilan investor, Minggu.

Untuk pengembangan pariwisata, investor akan mencoba menjajaki di sisi properti. Properti yang diincar, yakni yang perlu biaya murah tapi punya pasar. Detail penentuannya masih belum ditentukan.

Sementara untuk kopi Van Dilem, investor tertarik mengembangkan dengan membuat jaringan pemasaran di kota-kota besar.

Dengan begitu, produk kopi Van Dilem bakal lebih dikenal di kalangan pecinta kopi nusantara.

“Karena potensinya ada, hanya saja belum dikenal,” ungkap Hance.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin memberi tenggat waktu hingga April 2020 untuk para investor mendapat berbagai kemudahan dalam program lelang investasi.

Kemudahan itu, antara lain, penyediaan lahan milik pemkab dengan sistem kerja sama dan pembebasan pajak hingga tiga tahun.

“Setelah April, saya tidak bisa janji. Karena ada Pilkada lagi. Apakah saya masih di Trenggalek atau bagaimana,” kata Mas Ipin.

Ia berharap, para investor akan memanfaatkan kesempatan itu. Minimal, dengan kerja sama yang dibubuhkan sebelum April, ada jaminan bagi mereka mendapat tawaran-tawaran itu.

“Nanti, satu sampai dua bulan lagi akan ada investor yang menerjunkan konsultan untuk membuat siteplan dan perencanaan bisnis yang lebih detail. Kalau kemarin kan hanya selayang pandang saja,” ungkapnya.

Untuk memuluskan kerja sama itu, Mas Ipin berencana akan intens membangun komunikasi dengan para calon investor yang minatnya terlihat konkret.

“Nanti kalau pas saya ke Jakarta, akan terus saya hubungi,” selorohnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved