Ratusan Ketua RT & RW Penerima Jasmas Dipastikan Tak Jadi Tersangka, Jaksa Sebut Hanya Dimanfaatkan

Ratusan Ketua RT & RW Penerima Jasmas Dipastikan Tak Jadi Tersangka, Jaksa Sebut Hanya Dimanfaatkan Tersangka Saja.

Ratusan Ketua RT & RW Penerima Jasmas Dipastikan Tak Jadi Tersangka, Jaksa Sebut Hanya Dimanfaatkan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjung Perak Dimaz Atmadi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyidik Kejari Tanjung Perak memastikan dari 230 ketua RT dan RW penerima dana hibah jasmas tahun 2016 tidak akan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang merugikan negara senilai Rp 4,9 miliar itu. 

Dikatakan Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Dimaz Atmadi Brata Anadiansyah, dari hasil penyidikan bahwa para ketua RT/RW ini tidak memiliki niat jahat untuk mengkorupsi dana hibah dari Pemkot Surabaya tersebut. 

Kejari Surabaya Layangkan Panggilan Kedua ke Nur Cholifah, Dugaan Kredit Fiktif BRI

Kejari Tanjung Perak Terima Tiga Tersangka Pengrusakan Hutan dari KLHK, Begini Peran Para Pelaku

Kejari Tanjung Perak Periksa Saksi dari Pemerintahan Pemkot Surabaya Terkait Kasus Korupsi Jasmas

"Dalam penyidikan kami lihat mens rea untuk melakukan tindak pidana ada pada siapa? Ketua RT/RW ini tidak punya niat jahat. Mereka tidak tahu lalu dimanfaatkan," ujar Dimaz, Senin, (20/7/2019). 

Niat jahat untuk mengkorupsi dana hibah tersebut menurutnya ada pada para pihak yang kini sudah menjadi tersangka. 

Yakni, pengusaha Agus Setiawan Jong dan dua anggota DPRD Surabaya, Sugito dan Aden Darmawan. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang menyusul.

"Mereka yang sudah punya niat jahat memanfaatkan ketidaktahuan ketua RT/RW ini," katanya.

Penyidik memanggil mereka hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dari pemeriksaan ketua RT/RW ini diketahui bahwa modus yang digunakan para tersangka dan pelaku lain dengan memanipulasi harga yang diajukan melalui proposal untuk dibeli menggunakan dana jasmas.

"Ada selisih harga di situ. Mereka mengaku kualitas barangnya jelek. Kualitasnya tidak sesuai dengan harga yang diajukan dalam proposal," pungkasnya. 

Ratusan ketua RT/RW ini dipaksa untuk membelanjakan dana jasmas yang sudah cair itu untuk membeli barang-barang perlengkapan kondangan dari pengusaha Agus Jong.

Mereka yang tidak bisa membuat proposal dibuatkan proposalnya dengan isi barang yang diajukan sudah ditentukan Agus Jong dan anggota dewan. 

Setelah dana dicairkan melalui rekening masing-masing ketua RT/RW langsung dikordinir untuk ditransfer ke rekening Jong.

Mereka yang semestinya mendapatkan dana untuk dibelanjakan menjadi menerima barang yang sudah ditentukan. Sebagian barang itu juga tidak sesuai dengan kebutuhan RT/RW penerima.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved