Harga Cabai Rawit di Jatim Melambung Tinggi, Disperindag Minta Jangan Impor : Tunggu Panen Raya Saja

Harga Cabai Rawit di Jatim Melambung Tinggi, Disperindag Minta Jangan Impor : Tunggu Panen Raya Saja.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kadisperindag Jatim Drajat Irawan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Jawa Timur mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Misalnya saja di Pasar Pakis, Surabaya, harga cabai rawit mencapai Rp 80 - 90 ribu per Kg.

Padahal dihari-hari biasa, harga cabai rawit sekitar Rp 30 - 40 ribu per Kg.

Musim Kemarau Bikin Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Melonjak, Awalnya Rp 30 Ribu Jadi Rp 70 Ribu

Harga Cabai Terus Melonjak di Sejumlah Pasar Tradisional, Cabai Rawit di Tuban Sekarang Rp 70 Ribu

Harga Cabai di Trenggalek Tembus Rp 72000 Per Kg, Pedagang: Agak Susah Sekarang

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan mengungkapkan kenaikan harga cabai ini dikarenakan minimnya stok di sentra-sentra produksi cabai.

"Sehingga masalahnya ada di hulu, di on farm atau produksinya. Terutama di Kediri, Lamongan Tuban dan Blitar yang menjadi kantung produksi cabai kita," ucap Drajat, Selasa (30/7/2019).

Drajat menjelaskan, terakhir musim panen cabai di kantung produksi tersebut adalah bulan Juni. Sehingga setelah satu bulan musim panen stok cabai menipis.

"Memang sempat sangat murah dan dibawah harga normal pas musim panen kemarin yang akhirnya kita serap agar stok di pasar tidak over suplai. Tapi cabai itu kan umurnya cuma lima hari, jadi tidak bisa lama-lama ditahan," lanjut Drajat.

Memang ada beberapa yang disimpan lebih lama di cold storage, namun menurut Drajat jumlahnya terbatas karena daya tampung yang juga terbatas.

"Yang bisa kita lakukan adalah memantau harga di Siskaperbako (sistem informasi ketersediaandan perkembangan harga pokok), dan menunggu panen raya, nanti kalau sudah panen diutamakan ke masyarakat Jatim dulu," ucap Drajat.

Panen raya sendiri diprediksi Drajat baru akan terjadi pada Agustus nanti.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan tidak mungkin impor dari provinsi lain karena harga cabai di daerah lain juga hampir sama.

"Sentra kita itu ada di Sulsel, Mataram, harganya juga hampir sama dengan Jawa Timur, jadi tidak mungkin. Kita usahakan jangan impor lah," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved