Kirim Surat ke Kemendag, Baddrut Tamam Minta Harga Garam Pamekasan Minimal Rp 1200 per Kilo

Harga garam yang anjlok di Madura masih menjadi perhatian Pemkab Pamekasan hingga Pemprov Jawa Timur.

Kirim Surat ke Kemendag, Baddrut Tamam Minta Harga Garam Pamekasan Minimal Rp 1200 per Kilo
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Petani Garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Harga garam yang anjlok di Madura masih menjadi perhatian Pemkab hingga Pemrpov Jawa Timur.

Bagaimana tidak, Garam petani Pamekasan gahkan sampai ditawar RP 250 hingga 450 perkilonya.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku ikut pusing akibatnya. Baddrut Tamam pun mengaku tengah menghubungi Kementerian Perdagangan.

Baddrut Tamam meminta Kementerian Perdagangan turut menentukan harga garam petani garam Pamekasan, mulai jenis garam KW1, KW2 dan KW3.

(Harga Garam Anjlok, Bikin Para Petani Meradang & Ngluruk ke Diskoperindag Tuban, Minta Stop Impor)

"Harapan kita yang KW1 itu nanti yang dibeli seharga Rp. 1200 per kilonya. Nah baru yang KW2 bisa dibeli Rp. 900 kira-kira begitu hitungannya," kata Baddrut Tamam, Selasa (30/7/2019).

Baddrut menilai, kementrian perdagangan punya rumus terkait menentukan harga garam itu. Kendati Pbegitu Pemkab Pamekasan juga punya rumus membela rakyat petani garam.

"Seluruh Bupati di Madura sebenarnya sudah berkirim surat ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Perdagangan untuk kemudian membuat kesepekatan berkaitan dengan standard minimal harga garam," tegasnya.

"Usulan kita minimal harganya Rp 1.200 rupiah per kilo," tambahnya

Baddrut Tamam mengakui, harga garam di tengah-tengah masyarakat Pamekasan saat ini ada di angka Rp 300 - 400 rupiah per kilonya.

(Petani Garam di Tuban Sambat Bandingkan Harga Garam Tahun Lalu Vs Sekarang Anjlok: Kita Ingin Stabil)

"Kalau surat yang kami kirim itu ditanggapi oleh Menteri Perdagangan, kita akan segara mendapat standar minimal harga garam," jelas Baddrut Tamam.

"Mudah-mudahan upaya kami bisa terlaksana dengan baik. Kalau misal tidak ada keputusan tentang standard harga minimal garam ini, ya saya harus ke Jakarta untuk menanyakan perihal itu," tambahnya.

Lebih lanjut, Baddrut Tamam mengatakan, jika yang dilakukan pihaknya bersama dengan empat bupati di Madura, merupakan wujud pembelaan kepada rakyat terkait anjloknya harga garam di tahun ini.

"Ini kami lakukan untuk pembelaan kepada petani garam. Rakyat ini harus dibela. Saya dipilih rakyat untuk jadi Bupati, ya fungsi saya juga untuk membela rakyat," pungkasnya.

Reporter: TribunMaduram.com, Kuswanto Ferdian

(Petani Garam di Pamekasan Sambat Harga Sewa Lahan Tambak Mahal, Bupati Baddrut Tamam Angkat Bicara)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved