Para Ahli Bersertifikat alias 'Silver Expert' Bakal Jadi Pengajar SMA Double Track di Jatim

Para ahli di bidang tertentu bersertifikat keahlian tingkat nasional dan international bakal menjadi pendamping di SMA Double Track.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono MoU dengan sektor DUDI untuk mengembangkan SMK di Jawa Timur. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para ahli di bidang tertentu bersertifikat keahlian tingkat nasional dan international yang telah purna tugas dari perusahaan tertentu atau yang akrab disebut dengan Silver Expert bakal menjadi pendamping di SMA Double Track yang digagas oleh Pemprov Jatim.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ia mengatakan, program SMA Double Track sengaja diinisiasi untuk memfasilitasi para lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dapat disiapkan tenaga kerja menengah yang siap pakai.

"Pembelajaran di SMA dengan focus pada penguatan di bidang Akademis, akan ditambahkan dengan pendidikan vokasional di luar jam pelajaran. Jadi pola pembelajaran vokasional pada SMA pada dasarnya sama dengan yang dilakukan untuk SMK," kata Khofifah.

Pemprov Jatim Kembangkan SMK dan SMA Double Track, Perusahaan Mitra Diberi Pengurangan Pajak

Seiring dengan PP No 45 Tahun 2019 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan menurut Khofifah adalah solusi atau jalan keluar untuk pendidikan vokasi Jatim.

Perusahan dan industri akan diajak untuk melakukan MoU memberikan kesempatan magang, praktik dan juga memberikan pengajaran pada SMA Double Track.

Yang kompensasi baliknya akan diberikan pengurangan pajak oleh Pemprov Jatim.

Kompetensi keahlian dari mitra kerja sama yang disesuaikan dengan latar belakang mata pelajaran yang di dapat di SMA, misalnya akuntansi, pembukuan, industri kimia, pembiakan bakteri dan lain sebagainya.

Gubernur Khofifah Siap Sinergi dengan GP Ansor, Jadikan Jatim Gravitasi Islamic Finance Lewat IISC

"Untuk pengajarnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk memanfaatkan para lulusan terbaik dari Perguruan Tinggi dengan kehlian tertentu, misalnya keahlian pertanian, peternakan, kelautan, teknik industri dan lainnya sebagai Guru Pendamping pada Guru-Guru SMK dan SMA Double Track yang dituntuk sebagai Pilot Project," kata Khofifah.

Di sisi lain penguatan pendidikan vokasi dikatakan Khofifah di dibutuhkan di kawasan Gerbang Kertasusila. Yaitu Gresik Bangkalan Kertosono Surabaya Sidoarjo dan Lamongan.

Kawasan ini dalam jangka panjang akan memberiman daya dongkrak yang kuat untuk pengembangan ekonomi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Minta 23 Perusahaan di Sungai Brantas Tandatangani MoU Pengendalian Limbah

Kawasan tersebut bakal dibuatkan jaringan sarana infratsruktur transportasi sehingga bisa menjadi daya dukung angkutan barang, angkutan penumpang, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

"Maka kita berharap ada penguatan pendidikan vokasi juga di kawasan Gerbangkertasusila. Karena tidak bisa kalau hanya penguatan infrastruktur. Tapi juga butuh dukungan pendidikan vokasi di kawasn ini," tegas Khofifah.

Jika meningkatkan kapabilitas pendidikan vokasi dengan mengandalkan pendidikan vokasi hanya mengandalkan dana dari APBD, dikatakan Khofifah tidak akan cukup. Ini karena APBD sangat terbatas. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Gubernur Jatim Khofifah Siap Terapkan Aturan Baru, APBD Tak Boleh untuk Berangkat Haji Pejabat

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved