Bupati M Nur Arifin Targetkan 80 Persen Lahan Pertanian Padi di Trenggalek Terasuransikan

Bupati M Nur Arifin Targetkan 80 Persen Lahan Pertanian Padi di Trenggalek Terasuransikan.

Bupati M Nur Arifin Targetkan 80 Persen Lahan Pertanian Padi di Trenggalek Terasuransikan
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
penyerahan klaim asuransi usaha tani di Kabupaten Trenggalek, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Para petani padi di Kabupaten Trenggalek didorong untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Bupati Trenggalek M Nur Arifin menargetkan 80 persen lahan tanam padi di Trenggalek ikut dalam asuransi yang dikelola Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tersebut.

Serahkan Bantuan Pertanian, Bupati M Nur Arifin Dorong Petani Trenggalek Lebih Kreatif

Trenggalek Bersholawat Bersama Habib Syech, Bawa Pesan Damai dan Sejahtera

Mulai Pembangunan, GOR Tipe B di Trenggalek Ini Bisa Difungsikan Tahun Depan, Untuk Even Provinsi

“Dengan ikut asuransi, risiko bisa diminimalisir. Kalau misalnya waktu panen sukses bisa dapat Rp 10 juta – Rp 15 juta per hektare. Kini kalau misalnya ada gagal panen, bisa dapat Rp 6 juta. Lumayan,” terang Mas Ipin, sela pemberian bantuan kepada kelompok tani di Trenggalek, Rabu (31/7/2019).

Premi dalam satu musim tanam program AUTP senilai Rp 180.000 per ha. Para petani hanya perlu membayar Rp 36.000 per ha.

Sisanya dibayar dari subsidi dari pemerintah daerah.

Petani bisa mengajukan klaim apabila mengalami gagal panen akibat kekeringan atau hama.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, AUTP akan banyak menolong petani ketika kondisi musim sulit diprediksi seperti saat ini.

“Sekarang ini, kapan waktu penghujan dan kapan waktu kemarau kadang tak menentu. Dengan AUTP, petani bisa lebih tenang jika sawahnya gagal panen,” ungkap dia.

Mas Ipin juga meminta petugas yang menghimpun petani untuk ikut program AUTP juga lebih proaktif. Jika perlu, pinta dia, para petugas mendatangi para petani door to door.

Hal ini penting untuk memberi edukasi dan pemahaman langsung tentang manfaat AUTP.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek Didik Susanto menjelaskan, sebanyak 156 hektare sawah padi gagal panen di Trenggalek sudah mengajukan klaim AUTP senilai Rp 936,8 juta untuk masa tanam pertama tahun 2019.

Sementara untuk musim taman ketiga saat ini, total pengajuan gagal panen padi sudah mencapaoi 46 hektare. Dari jumlah itu, baru dua hektare yang tercairkan. Sisanya masih mengantre.

“Total lahan pertanian padi di Trenggalek mencapai 12,028 hektare. Yang terasuransikan selama 2018 masih kurang dari 50 persen,” katanya.

Nantinya, sosialisasi progaram AUTP bakal lebih digencarkan lagi untuk mencapai target 80 persen yang disampaikan Bupati.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved