Epson Indonesia Gandeng Fotografer Buat Kenalkan Seri Baru Epson Photo Printer di Pasar Surabaya

Epson Indonesia menggandeng fotografer untuk memasarkan seri baru mesin cetak Epson Photo Printer di pasar Surabaya.

Epson Indonesia Gandeng Fotografer Buat Kenalkan Seri Baru Epson Photo Printer di Pasar Surabaya
SURYA/AHMA ZAIMUL HAQ
CETAKAN DETIL - Fotografer kawakan, Darwis Triadi berbincang bersama Product Marketing Commercial & Industry Manager Epson, Lina Mariani dalam soft launching Epson Surelab SL-D830 di Hotel Majapahit, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasar cetak foto atau photo printer masih ada untuk beberapa keperluan.

Misalnya cetak foto untuk pernikahan, wisuda dan pendaftaran sekolah, masih memerlukan cetak.

Hal itu menjadi dasar bagi PT Epson Indonesia dalam meluncurkan seri baru mesin cetak foto, Epson Surelab D830 dan mengenalkannya di pasar Surabaya, Selasa (30/7/2019).

Lina Mariani, Product Marketing Commercial & Industry Manager PT Epson Indonesia mengatakan, meski saat ini tren menyimpan foto di smartphone tinggi, namun untuk beberapa daerah masih diperlukan untuk di cetak kertas.

Hadirkan Mesin Cetak Jetpress 720S, PT Fujifilm Indonesia Bidik Kalangan Industri Commercial Print

"Termasuk di Jawa Timur dan Indonesia Timur, pasar cetak foto masih cukup besar," kata Lina di sela kegiatan workshop bertema Create a Masterpiece Through Amazing Detail di Surabaya, dengan pembicara Darwis Triadi, profesional di bidang fotografi kelas internasional.

Karena itu, pihaknya masih optimis dengan meluncurkan seri baru cetak foto ini.

Apalagi peluang ke depan, dengan menggaet para fotografer, bisa menumbuhkan usaha jasa cetak foto dengan memanfaatkan kemampuan memotret.

Canon PIXMA Ink Efficient G6070 & G5070, Perangkat Printer yang Multifungsi, Simak Spesifikasinya!

Meski diakui Lina, pasar dari produk mesin cetak foto Epson adalah para pelaku usaha studio foto.

"Ke depan, tidak menutup kemungkinan para fotografer ini bisa berinvestasi mesin ini dengan lebih masif lagi, sehingga bisa meningkatkan nilai lebih dari profesi fotografer yang mereka lakoni. Mungkin perseorangan atau komunitas," ungkap Lina.

Karena selama ini, mayoritas fotografer harus ke studio foto yang sudah seattle bila mau mencetak hasil karyanya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved