Mulai Usaha dari Hobi, Berinovasi dengan Trial and Error

Nur Rahmaningtyas akhirnya memutuskan membuka usaha pouch dengan hand leterring dan doodle art pada 2015.

Mulai Usaha dari Hobi, Berinovasi dengan Trial and Error
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Nur Rahmaningtyas, owner custompouch_id sedang mengerjakan kantung custom berbahan blacu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengaku suka menggambar tulisan sejak masih di SMA, Nur Rahmaningtyas akhirnya memutuskan membuka usaha pouch dengan hand leterring dan doodle art pada 2015.

Usaha yang dilabelinya Costumpouch_id itu mulanya hanya memiliki produk poch berbahan kanvas. Untuk mempercantik tampilan pouc, perempuan yang akrab disapa Azza itu memberikan hand leterring dan doodle art diatasnya.

"Dulunya saya hanya iseng-iseng gambar di kertas. Bahkan saat saya bekerja sebagai customer service, kadang sambil angkat telpon, saya juga bikin lettering art," papar Azza, ditemui Rabu (31/7/2019).

Untuk itu , saat memulai usaha, Azza mengaku banyak melakukan percobaan dan gagal (trial and error). Menurutnya hal itu malah yang membuat usahanya itu daoat bertahan hingga sekarang.

"Memang harus berani mencoba dan gagal. Ini terakhir saya gagal membuat produk baru, tas kamera. Tapi nanti saya coba lagi sampai berhasil," ujar Azza bersambung tawa.

Dari trial and error, imbuhnya, pada 2017 Custompouch_id memiliki variasi warna tas. Apabila sebelumnya hanya tersedia warna putih, pada tahun tersebut muncullah produk dengan bahan kain kanvas berwarna hitam.

Untuk produk berbahan kain kanvas hitam itu, ia menggambar menggunakan cat air permanen dan kuas. Sementara untuk produk berbahan kanvas putih, menggambarnya lebih praktis dengan spidol permanen.

Di awal membuka usaha tersebut, menurutnya yang membuat terasa berat bukan pada percobaan-percobaan yang gagal. Melainkan mengedukasi pasar bahwa produk buatannya berbeda dengan sablon.

Pemilik Warung di Malang Rugi Sekitar RP 10 Juta, Warungnya yang Tutup Dipakai Bikin Order Fiktif

Pengusutan Dana Hibah KONI Sidoarjo Terus Berlanjut

Gauli Anak Kandung Sejak 2015, Inilah Pengakuan Ayah Bejat di Sidoarjo Tega Hamili Anaknya

Sudah Punya Lima Istri, Pria di Lumajang Tega Nodai Anak Kandungnya Selama 5 tahun

Adanya hand lettering dan doodle art pada produknya, dikatakan Azza membuatnya berani mematok harga yang boleh dibilang tinggi. Untuk pouch berukuran standartnya, 18 cm x16 cm, dihargai mulai Rp 75 ribu.

"Karena ini produk seni ya, jadi proses pengerjaannya yang mahal. Sekilas difoto memang mirip dengan sablon, tapi kalau dicek fisiknya akan jauh berbeda dengan sablon," papar perempuan 28 tahun itu .

Imbuhnya, tulisan dan gambar apapun dari Custompouch_id diproses manual, seperti melukis.

Untuk menjelaskan kepada pembelinya bahwa produknya adalah buatan tangan, Azza mengaku pengalamannya sebagai customer service sangat membantu. Instagram, juga disebutnya sebagai media untuk menjelaskan produknya ke masyarakat.

"Kalau dulu, setiap ada customer yang bilang produk ini kemahalan atau sablonan. Saya menjelaskan dengan hati-hati dan rinci melalui whatsapp, karena memang penjualan Custompouch_id banyak melalui sosial media," ujar Alumni Stikosa AWS ini.

Semakin berkembangnya vitur di Instagram, ia memanfaatkan IgTv untuk membagikan video proses pengerjaan produknya.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved